Israel Kembali Bombardir RS Indonesia di Gaza

1 day ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Empat warga sipil syahid dan lainnya terluka pada Senin malam dalam serangan udara Israel yang menargetkan tenda tempat berlindung para pengungsi di daerah al-Mawasi sebelah barat Khan Yunis, di Jalur Gaza selatan. Ini menambah panjang daftar warga Palestina yang dibunuh Israel selama “gencatan senjata” sejak Oktober lalu.

Sebelumnya, WAFA melaporkan, pria Palestina Naji Suleiman Ibrahim Qudaih juga meninggal karena luka-luka yang dideritanya dalam serangan udara Israel sebelumnya yang menargetkan daerah Al-Mawasi di sebelah barat Khan Younis di Jalur Gaza selatan.

Dalam insiden terkait, seorang anak laki-laki berusia 14 tahun menderita luka ringan setelah menjadi sasaran drone quadcopter di dekat bundaran Bani Suheila di sebelah timur Khan Younis sore ini.

Pesawat-pesawat tempur Israel juga melancarkan beberapa serangan udara di sekitar Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara, menyebabkan ketakutan dan kepanikan yang meluas di kalangan warga sipil dan tenaga medis.

Sedangkan Beberapa warga Palestina tewas dan lainnya terluka setelah sebuah rumah runtuh di kamp pengungsi Maghazi di Gaza tengah, Al-Jazeera melaporkan pada hari Senin. Bangunan itu sebelumnya menjadi sasaran serangan udara Israel.

Koresponden juga mengatakan bahwa pasukan pendudukan Israel melancarkan penembakan artileri dan menghancurkan beberapa bangunan di wilayah penempatan mereka di selatan Khan Yunis, di selatan Jalur Gaza. Pada saat yang sama, artileri Israel menargetkan wilayah timur kamp pengungsi Jabaliya di utara.

Pasukan Israel terus menghancurkan bangunan tempat tinggal di wilayah yang mereka kuasai di lingkungan Al-Zaytoun, sebelah timur Kota Gaza. Penembakan artileri dan tembakan juga dilaporkan terjadi di lingkungan Zaytoun dan Sheja’iyya, tempat pasukan Israel masih ditempatkan.

Pengeboman tersebut bertepatan dengan kegiatan hiburan dan dukungan psikologis bagi anak-anak di tempat penampungan dekat Jalur Kuning. Saksi mata mengatakan ledakan tersebut menyebabkan kepanikan dan ketakutan di kalangan anak-anak dan perempuan yang menghadiri acara tersebut.

Drone Israel juga menjatuhkan kontainer berisi bahan peledak di beberapa rumah di luar wilayah di mana pasukan Israel dikerahkan di timur Kota Gaza.

Di bidang kemanusiaan, Amjad al-Shawa, kepala Jaringan LSM Palestina di Gaza, mengatakan bahwa sekitar 900.000 pengungsi saat ini hidup dalam kondisi yang sangat buruk di dalam tenda-tenda yang rusak. 

Berbicara kepada Al-Jazeera, dia menekankan bahwa tenda bukanlah solusi yang tepat untuk krisis pengungsian yang telah berlangsung selama lebih dari dua tahun di Jalur Gaza.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |