Iran Serang Markas Pesawat Tempur F-35 AS di Yordania

2 hours ago 1

Perempuan Iran berjalan di dekat sebuah baliho besar anti-Amerika Serikat yang terpasang di Lapangan Enqelab, Teheran, Iran, 31 Januari 2026. Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan ancaman aksi militer terhadap Iran menyusul demonstrasi anti-pemerintah. Iran tengah mengalami pemadaman internet nasional yang dimulai sejak 8 Januari 2026, di tengah gelombang protes anti-pemerintah yang semakin intens.

REPUBLIKA.CO.ID, AMMAN – Garda Revolusi Iran mengatakan mereka telah melancarkan serangan rudal di pangkalan udara di Yordania yang menampung pasukan AS, setelah juga menargetkan Kuwait dan Bahrain. Rudal-rudal tersebut menargetkan pangkalan udara Muwaffaq Salti, yang diketahui menampung jet tempur F-35 AS dan pesawat lainnya.

Sementara angkatan bersenjata Yordania mengatakan bahwa mereka mencegat dan menembak jatuh lima rudal yang diluncurkan dari Iran menuju daerah al-Azraq di Yordania. Militer mengatakan puing-puing dari operasi intersepsi jatuh di wilayah Yordania tetapi tidak menyebabkan cedera atau kerusakan material.

Korps Pengawal Revolusi Islam Iran juga mengatakan mereka telah menyerang pangkalan Armada Kelima angkatan laut AS di Bahrain dengan pesawat tak berawak setelah serangkaian serangan Amerika di kota-kota di sepanjang Selat Hormuz.

Amerika melancarkan serangan terhadap Iran sebagai tanggapan atas jatuhnya salah satu helikopter Apache mereka, kata Presiden Amerika Donald Trump.

Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk keras serangan militer AS di Iran selatan, dan menyebut serangan semalam sebagai “pelanggaran terang-terangan” terhadap hukum internasional. “Pada Rabu pagi … rezim AS melancarkan serangan brutal terhadap wilayah di selatan negara itu,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan. 

“Serangan-serangan ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam PBB, khususnya Ayat 4 Pasal 2, dan prinsip dasar yang melarang penggunaan kekerasan dalam hubungan internasional,” katanya. 

Kementerian tersebut mengatakan bahwa pihaknya menanggapi agresi militer AS dan pelanggaran kedaulatan Iran sebagai bagian dari hak sah mereka untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB. 

“Angkatan bersenjata Republik Islam Iran menargetkan dan menyerang pangkalan-pangkalan AS di wilayah yang menjadi titik peluncuran agresi ini,” kata kementerian tersebut, sambil juga mengutuk “kejahatan rezim Amerika dalam agresi militernya terhadap Iran.”

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |