Iran dan Oman Sepakati Jalur Transit Sementara Selat Hormuz, Teheran: Kami Pegang Kendali Penuh

3 hours ago 5

Seorang wanita Iran memandang deretan kapal di Selat Hormuz dari kawasan Bandar Abbas, di selatan Iran pada 1 Juni 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran dan Oman telah sepakat menetapkan jalur transit sementara selebar tujuh mil melalui Selat Hormuz, kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi pada Selasa (24/8/2026). Namun demikian, dalam wawancara dengan televisi Iran, Gharibabadi menekankan kesepakatan itu tidak berarti jalur perairan strategis Selat Hormuz dibuka kembali.

Dia menjelaskan rute yang disepakati itu akan melintasi perairan teritorial Iran saat kapal masuk. Sementara, saat kapal keluar juga sebagian melewati perairan Iran.

"Lebar jalur transit yang disepakati dengan Oman di Selat Hormuz adalah tujuh mil (sekitar 11,3 Km)," kata Gharibabadi dengan menyebut jalur tersebut sebagai pengaturan sementara.

Iran dan Oman akan melakukan perundingan lanjutan selama 30 hingga 60 hari untuk menentukan jalur permanen serta pengaturan pengelolaan pelayaran melalui selat tersebut. Gharibabadi menegaskan lagi bahwa kesepakatan dengan Oman itu tidak boleh ditafsirkan sebagai pembukaan kembali Selat Hormuz.

"Selat Hormuz ditutup dan kami memiliki kendali penuh atasnya," ucapnya.

Dia juga membantah klaim bahwa kapal-kapal sudah melintasi jalur tersebut. Menurut Gharibabadi, pengaktifan jalur bersama yang disepakati dengan Oman itu juga akan berarti penutupan jalur selatan.

Kedua negara sepakat memulai perundingan teknis mengenai jalur alternatif dari rute historis tersebut. Gharibabadi mengatakan Iran menilai Selat Hormuz sebagai persoalan keamanan nasional dan memiliki hak mengambil langkah yang dianggap perlu untuk melindungi kepentingannya.

Dia juga mengatakan Iran tidak mempercayai Washington. Menurutnya, kembalinya diplomasi harus didahului dengan kepatuhan Amerika Serikat dalam memenuhi kewajiban berdasarkan Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad.

"Sebelum ada tindakan untuk membuka kembali Selat Hormuz, AS harus sepenuhnya melaksanakan semua komitmennya yang telah dilanggar. Pembukaan kembali Selat Hormuz hanya akan dilakukan sebagai imbalan atas berakhirnya perang di semua lini, pencabutan blokade, dan penyelesaian status Yaman," ujarnya.

Gharibabadi mengatakan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Marsekal Lapangan Asim Munir menyampaikan pesan serupa saat kunjungan terbarunya ke Iran. Munir menyampaikan kepada pejabat Iran bahwa pembukaan kembali selat tersebut bergantung pada kesediaan AS dalam memenuhi komitmennya.

sumber : Antara, Anadolu, Sputnik/RIA Novosti

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |