Iran Beri Tenggat 1 Bulan Agar AS Stop Blokade Selat Hormuz

5 hours ago 1

PEMERINTAH Iran dilaporkan menetapkan tenggat waktu satu bulan kepada Amerika Serikat untuk mencapai kesepakatan yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, penghentian blokade laut oleh Washington, serta pengakhiran permanen konflik di Iran dan Libanon.

Laporan Axios menyebut Teheran telah mengajukan proposal revisi berisi 14 poin kepada Amerika Serikat pada Kamis lalu. Dua sumber yang mengetahui dokumen tersebut mengatakan proposal itu memuat kerangka perjanjian dengan batas waktu ketat selama satu bulan, mencakup akses maritim, penghentian blokade laut AS, serta gencatan senjata jangka panjang di kedua wilayah konflik.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menanggapi proposal tersebut dengan nada hati-hati. “Jika mereka berperilaku buruk, jika mereka melakukan sesuatu yang buruk — tapi untuk saat ini, kita lihat saja. Itu adalah kemungkinan yang bisa terjadi, tentu saja,” kata Trump kepada wartawan ketika ditanya apakah ia akan memerintahkan serangan baru seperti dilansir Anadolu.

Menurut sumber yang sama, proposal Iran juga mencakup tahap kedua perundingan yang hanya akan dimulai setelah kesepakatan awal tercapai. Tahap ini direncanakan berlangsung selama satu bulan tambahan dan akan difokuskan pada isu program nuklir Iran.

Sehari sebelumnya, Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap proposal tersebut. Namun, ia mengaku tetap akan meninjaunya. “Saya sedang melihatnya. Nanti akan saya beri tahu,” ujar Trump sebelum berangkat dari Palm Beach menuju Miami. “Mereka sudah memberi tahu saya konsep kesepakatannya. Sekarang mereka akan memberikan rumusan lengkapnya.”

Meski demikian, beberapa saat kemudian Trump menyampaikan nada yang lebih keras melalui media sosial Truth Social. “Saya tidak bisa membayangkan bahwa itu akan dapat diterima. Iran belum membayar harga yang cukup besar atas apa yang telah mereka lakukan terhadap kemanusiaan dan dunia selama 47 tahun terakhir,” tulis Trump.

Dalam pernyataan terpisah kepada media, Trump juga menggambarkan blokade terhadap pelabuhan Iran sebagai langkah yang 'sangat bersahabat” dan tidak diperdebatkan, serta menilai kebijakan tersebut tidak bertentangan dengan klaimnya bahwa permusuhan telah dihentikan.

Hingga kini, belum ada kepastian apakah proposal tersebut akan menjadi dasar kesepakatan baru, sementara ketegangan antara kedua negara masih terus berlangsung.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |