IHSG Naik ke Level 9.075 di Tengah Pelemahan Pasar Asia

1 hour ago 2

Tamu undangan berada di dekat layar elektronik pergerakan saham saat acara penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2025 di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (30/12/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir Tahun 2025 ditutup menghijau/menguat 2,68 poin atau 0,03 persen ke posisi 8.646,94. Perdagangan saham akan kembali dibuka pada Jumat, 2 Januari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (15/1/2026) sore ditutup menguat di tengah pelemahan mayoritas bursa saham kawasan Asia. IHSG ditutup menguat 42,83 atau 0,47 persen ke posisi 9.075,41. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 7,34 poin atau 0,83 persen ke posisi 889,43.

“Indeks saham di Asia ditutup beragam dengan kecenderungan melemah karena pasar global bereaksi terhadap pelemahan harga saham-saham di sektor teknologi dan penurunan tajam harga minyak,” sebut Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Dari dalam negeri, posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia naik 0,2 persen year on year (yoy) pada November 2025, atau melambat dari laju kenaikan 0,5 persen (yoy) pada bulan sebelumnya, yang dipengaruhi oleh perlambatan pertumbuhan ULN sektor publik.

Pada pekan depan, pelaku pasar menantikan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada 20-21 Januari 2026, yang diperkirakan mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen seiring kurs Rupiah yang masih melemah.

Selain itu, pelaku pasar juga akan mencermati rilis data pertumbuhan kredit periode Desember 2025 yang diperkirakan melambat menjadi 7,6 persen year on year (yoy) dari 7,74 persen (yoy).

Dari kawasan Asia, data Producer Price Index (PPI) Jepang mencatatkan inflasi di level produsen naik 2,4 persen (yoy) pada Desember 2025, atau tertinggi sejak bulan Mei 2024, melambat dari laju kenaikan 2,7 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.

Sementara itu, bank sentral Korea Selatan yaitu Bank of Korea (BOK) sesuai ekspektasi pasar mempertahankan suku bunga acuan di 2,5 persen, atau mempertahankan selama lima bulan beruntun.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |