Pengunjung melihat beragam pusaka pada Pameran Nasional Pusaka Nusantara bertajuk Pusaka sebagai Jejak Identitas dan Jati Diri Bangsa, di Museum Nasional Jawa Barat Sri Baduga, Kota Bandung, Selasa (29/7/2025). Pameran pusaka nusantara adalah ajang apresiasi budaya yang mempertemukan beragam koleksi pusaka dari museum di seluruh Indonesia. Pameran menampilkan 238 koleksi pilihan dari 26 museum. Pameran tersebut berlangsung dari 29 Juli hingga 31 Oktober 2025.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Museum dan Cagar Budaya Indira Estiyanti Nurjadin menjelaskan alasan pengelola menaikkan harga tiket masuk Museum Nasional Indonesia di Jakarta Pusat. Menurutnya, kenaikan harga tiket sebagai upaya meningkatkan perawatan dan pemeliharaan koleksi museum.
Keputusan pengelola menaikkan harga tiket masuk Museum Nasional Indonesia bagi pengunjung dewasa dari Rp 25.000 menjadi Rp 50.000 mulai 1 Januari 2026 menjadi sorotan publik.
Indira menyampaikan pengelola perlu melakukan penyesuaian tarif agar dapat menjalankan pemeliharaan koleksi sesuai standar yang ditetapkan.
“Penyesuaian tarif dilakukan agar Museum Nasional Indonesia dan koleksinya dapat terus dirawat sesuai standar pemeliharaan internasional serta tetap menjadi ruang yang nyaman dan bermakna bagi masyarakat,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (5/1/2025).
Indira menuturkan pengelola Museum Nasional Indonesia mengemban tanggung jawab menjaga warisan arkeologi, sejarah, etnografi, dan numismatika Indonesia.
Sebagaimana pengelola museum lainnya, Museum Nasional Indonesia mengandalkan pendanaan dari pemerintah, filantropi, serta penjualan tiket pengunjung untuk melakukan pemeliharaan koleksi dan memberikan pelayanan kepada publik.
Kementerian Kebudayaan sebagai penanggung jawab institusi Museum dan Cagar Budaya, termasuk Museum Nasional Indonesia, telah memutuskan penyesuaian tarif tiket masuk museum mulai 2026.
sumber : Antara

21 hours ago
4















































