Harga Saham Belum Cerminkan Fundamental, BRI Siapkan Buyback Rp500 Miliar  

4 hours ago 1

BRI MI menyiapkan instrumen berbasis dolar sebagai strategi bagi investor untuk mendiversifikasi aset di tengah volatilitas nilai tukar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyiapkan dana hingga Rp500 miliar untuk pembelian kembali atau buyback saham di tengah kondisi pasar modal yang masih berfluktuasi. Perseroan menilai harga saham BBRI saat ini belum sepenuhnya mencerminkan kinerja dan prospek bisnis perusahaan.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan langkah buyback tersebut merupakan bagian dari strategi perseroan untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham sekaligus menunjukkan keyakinan manajemen terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang BRI.

“Kami menilai valuasi BBRI saat ini masih berada di bawah nilai wajarnya atau belum sepenuhnya merefleksikan kinerja dan potensi bisnis perseroan,” ujar Dhanny dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).

BRI akan melaksanakan buyback saham mulai 12 Juni hingga 11 September 2026. Aksi korporasi tersebut dilakukan dengan mengacu pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait pembelian kembali saham dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

Menurut Dhanny, keputusan buyback juga mempertimbangkan berbagai tantangan global yang masih membayangi pasar keuangan, mulai dari ketidakpastian ekonomi dunia, meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah, kenaikan harga minyak dunia, hingga arus keluar modal dari negara berkembang.

Meski demikian, perseroan memastikan pelaksanaan buyback tidak akan mengganggu kondisi keuangan maupun operasional perusahaan. BRI menilai posisi likuiditas dan permodalan saat ini masih kuat untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan.

Per akhir Maret 2026, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) BRI tercatat sebesar 22,86 persen, sementara Return on Equity (ROE) mencapai 18,37 persen. Perseroan menilai capaian tersebut menunjukkan kemampuan permodalan yang memadai untuk menjaga pertumbuhan usaha sekaligus mengantisipasi risiko bisnis.

BRI menegaskan akan tetap fokus memperkuat fundamental bisnis dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham, nasabah, serta pemangku kepentingan lainnya.

“Sebagai bagian dari Danantara, BRI akan terus berfokus pada penguatan fundamental bisnis dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham, nasabah, dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Dhanny.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |