Gebrakan Saudi: 1.200 Travel Haji Umroh Ditindak Tegas

4 weeks ago 13

Ilustrasi umroh di Masjidil Haram.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengumumkan telah melakukan penangguhan kontrak sementara terhadap sekitar 1.800 dari total 5.800 Agen Perjalanan Asing (ATA) yang bermitra dengan pemerintah. Tindakan ini merupakan bagian dari langkah pengaturan dan pengawasan rutin untuk secara konsisten meningkatkan kualitas layanan yang diterima oleh jamaah haji dan umrah dari seluruh dunia, serta untuk menjamin perlindungan hak-hak mereka.

Penangguhan ini difokuskan pada penanganan permohonan visa baru. Selama masa penangguhan selama 10 hari, agen-agen yang terdampak diberikan kesempatan untuk segera memperbaiki kekurangan dan penyimpangan yang teridentifikasi dalam evaluasi kinerja mereka. Kontrak akan diaktifkan kembali setelah koreksi yang diperlukan diselesaikan dan diverifikasi oleh Kementerian, sebagaimana diberitakan Asharq al-Awsath.

Tidak Ada Gangguan bagi Jamaah yang Memiliki Visa atau Reservasi

Kementerian menegaskan bahwa kebijakan ini sama sekali tidak akan mengganggu perjalanan jamaah haji dan umrah yang telah memiliki visa resmi atau reservasi yang dikonfirmasi. Seluruh layanan untuk jamaah tersebut akan terus berjalan normal tanpa hambatan.

Langkah penangguhan ini didasarkan pada sistem klasifikasi dan indikator kinerja yang telah disetujui, yang bertujuan untuk memastikan kepatuhan semua penyedia layanan terhadap standar operasional tertinggi. Mekanisme ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Kementerian untuk mengawasi kualitas layanan, melindungi hak-hak jamaah, dan memastikan keberlanjutan layanan yang prima.

“Alat pemantauan dan evaluasi kami akan terus diterapkan untuk meningkatkan keandalan sistem secara menyeluruh. Melindungi hak-hak jamaah haji dan umrah adalah prioritas utama dalam setiap langkah pengaturan yang kami ambil,” jelas Dr. Ghassan an-Nuymi, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah.

Sanksi bagi yang Tidak Memperbaiki Diri

Dr. an-Nuymi lebih lanjut menegaskan bahwa semua prosedur hukum akan diterapkan secara penuh terhadap lembaga-lembaga yang gagal memenuhi tenggat waktu perbaikan dan tidak menunjukkan peningkatan yang disyaratkan.

Kementerian Haji dan Umrah mengulangi komitmennya untuk menyediakan pengalaman spiritual yang lancar, aman, dan bermakna bagi semua tamu Allah, melalui kerja sama dengan mitra-mitra perjalanan yang andal dan berkomitmen pada standar pelayanan yang telah ditetapkan.

sumber : Antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |