GBCI Dorong Penerapan Bangunan Hijau untuk Tekan Emisi

5 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Green Building Council Indonesia (GBCI) menyoroti peran industri bahan bangunan dan pengembang dalam penerapan bangunan hijau untuk menekan emisi karbon. Penggunaan material konstruksi dengan jejak karbon lebih rendah dinilai penting karena kebutuhan material dalam pembangunan memiliki skala yang besar.

Chairperson Green Building Council Indonesia Ignesjz Kemalawarta mengatakan, industri bahan bangunan memiliki peran penting dalam memperluas penerapan konsep bangunan hijau. Menurut dia, pembahasan mengenai desain dan performa bangunan perlu berjalan seiring dengan pengembangan material yang mendukung pembangunan rendah karbon.

Ignesjz mengatakan, material konstruksi seperti beton digunakan dalam jumlah besar dalam pembangunan. Karena itu, inovasi untuk menekan emisi dari material tersebut berpotensi memberikan kontribusi terhadap pengurangan emisi sektor konstruksi.

“Kami ingin memastikan setiap langkah yang kami lakukan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan jejak karbon sekaligus mendukung Indonesia mencapai target Net Zero Emission 2050,” ucap Ignesjz dalam acara Indonesia Green Building Festival 2026 di ITB, belum lama ini.

Menurut Ignesjz, kebutuhan infrastruktur berkelanjutan juga mendorong penggunaan material dan solusi konstruksi yang mampu memenuhi kebutuhan lingkungan sekaligus menjaga performa dan durabilitas bangunan.

Dalam kegiatan tersebut, Ignesjz mencontohkan sejumlah solusi konstruksi yang dikembangkan PT Solusi Bangun Indonesia, antara lain semen tipe khusus, stabilisasi tanah, serta inovasi beton seperti ThruCrete. Produk tersebut mencakup beton berpori yang memungkinkan air meresap ke dalam tanah dan SpeedCrete, beton cepat kering untuk mempercepat perbaikan jalan.

Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia, anak usaha Semen Indonesia, Rizki Kresno Edhie Hambali mengatakan, pembangunan berkelanjutan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dalam ekosistem konstruksi.

"Prinsip keberlanjutan tidak hanya menjadi tujuan perusahaan, tetapi juga menjadi salah satu fondasi utama dalam menjalankan bisnis dan operasi untuk menghadirkan produk dan solusi yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan saat ini dan masa depan," ungkap Rizki.

Menurut Rizki, upaya mengurangi jejak karbon perlu dilakukan sejak tahap desain, pemilihan material, proses konstruksi, hingga operasional bangunan. Solusi Bangun Indonesia menjalankan sejumlah upaya untuk mengurangi emisi dalam proses produksi, antara lain melalui pemanfaatan bahan baku dan bahan bakar alternatif, peningkatan efisiensi energi, serta penggunaan energi terbarukan.

“Kami terus mendorong inovasi yang tidak hanya berorientasi pada kualitas dan performa sesuai kebutuhan konstruksi, tetapi juga memberikan nilai tambah pada fungsi bagi penggunanya," kata Rizki.

Indonesia Green Building Festival 2026 membahas integrasi desain, performa, dan inovasi material dalam pengembangan bangunan rendah karbon. Kegiatan tersebut melibatkan praktisi konstruksi dan arsitektur, regulator, serta akademisi.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |