Pekerja berjalan di lokasi Smelter PT Freeport Indonesia (PTFI), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur, Kamis (6/2/2025). Fasilitas Smelter PTFI yang mengalami kebakaran pada Senin 14 Oktober 2024 tersebut direncanakan mulai beroperasi kembali pada akhir Juni 2025 dan secara bertahap akan mencapai tingkat produksi 100 persen pada akhir tahun 2025.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas menargetkan smelter katoda tembaga di kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Manyar, Gresik, Jawa Timur, mulai memproduksi 5 juta pounds katoda tembaga pada September 2026.
“Bulan Agustus yang lalu, feeding-nya ke smelter baru Freeport Indonesia itu mulai, dan mulai bisa diproduksi di bulan September ini dengan sekitar 5 juta pounds katoda tembaga,” ujar Tony dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Tony menyampaikan smelter Freeport Indonesia yang berlokasi di Manyar sempat berhenti beroperasi karena ketidakcukupan pasokan konsentrat dari pertambangan Freeport. Kendala tersebut diakibatkan oleh insiden longsor di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada 8 September 2025.
Akibat insiden tersebut, ujar Tony, konsentrat Freeport Indonesia hanya cukup untuk memasok PT Smelting. PT Smelting merupakan smelter pertama Freeport Indonesia sekaligus smelter tembaga pertama di Indonesia.
Sementara itu, smelter Freeport Indonesia atau yang juga dikenal sebagai Smelter Manyar merupakan smelter kedua Freeport Indonesia.
“Kemudian, kalau kita lihat di bulan Oktober 2026, 35 juta pounds itu produksi katoda tembaga dari smelter baru (Smelter Freeport Indonesia),” ucap Tony.
Berdasarkan paparannya, terdapat peningkatan produksi katoda tembaga di smelter Freeport Indonesia, yakni dari 35 juta pounds pada Oktober 2026 menjadi 55 juta pounds pada November, lalu naik menjadi 57 juta pounds pada Desember 2026.
sumber : ANTARA

7 hours ago
8














































