REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH – Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengecam keras serangan drone yang diklaim Saudi menargetkan Makkah dan wilayah Madinah. Pihak Saudi mengeklaim serangan itu dilancarkan kelompok Houthi, hal yang dibantah kelompok dari Yaman tersebut.
Pihak OKI menyatakan bahwa serangan tersebut bertujuan untuk "meneror warga sipil, melanggar kesucian tempat-tempat suci dan masjid, serta memancing kemarahan umat Islam di seluruh dunia".
Dalam sebuah pernyataan, Sekretariat Jenderal OKI menyebut bahwa serangan terhadap "tempat-tempat suci, masjid, dan objek sipil merupakan tindakan terorisme yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam serta norma dan hukum internasional".
Organisasi tersebut menambahkan bahwa pelanggaran terhadap kesucian tempat-tempat suci merupakan "tindakan pelanggaran yang tidak dapat diterima atau ditoleransi" dan menuntut adanya tindakan tegas untuk mencegah pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Organisasi tersebut menyatakan "solidaritas penuh" terhadap Arab Saudi serta dukungannya atas langkah-langkah yang diambil oleh kerajaan tersebut demi melindungi tempat-tempat suci dan warga sipil, sekaligus menjaga keamanan dan kedaulatannya.
Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sebelumnya mengumumkan telah mencegat dan menghancurkan sebuah pesawat nirawak (drone) yang diluncurkan milisi Houthi ke arah Kota Suci Makkah. Esakalisi terbaru ini dinilai berpotensi mengancam keselamatan kota suci umat Islam tersebut.
Juru Bicara Koalisi Pimpinan Arab Saudi, Turki al-Maliki, menyatakan, Angkatan Udara Kerajaan Arab Saudi berhasil mengintersepsi drone musuh sebelum memasuki wilayah udara terlarang pada Selasa (15/9/2026) malam. Al-Maliki mengecam insiden tersebut sebagai upaya untuk menakut-nakuti jamaah dan membahayakan warga sipil.
Ia menegaskan keselamatan Dua Masjid Suci dan para jamaah adalah "garis merah" yang tidak boleh dilanggar. Kelompok Houthi sebelumnya membantah menargetkan Makkah dan menyatakan tidak pernah menyerang situs-situs suci, dilansir dari Al Jazeera.
Otoritas Arab Saudi sempat mengeluarkan peringatan keamanan di Makkah pada Selasa, yang merupakan kali pertama sejak percobaan serangan serupa oleh Houthi pada 2017. Peringatan bahaya tersebut dengan cepat dicabut beberapa menit kemudian. Sistem peringatan serupa juga diaktifkan di Thaif dan Jeddah.
Dalam keterangannya kepada kantor berita Yaman, SABA, sumber militer Houthi membantah keras tuduhan yang menyebut pasukannya mengancam Kota Mekkah atau situs suci Islam lainnya.
"Kami membantah tegas adanya ancaman dari Yaman yang ditujukan ke Kota Mekkah atau situs suci lainnya," ujar sumber tersebut seraya mengecam klaim Riyadh sebagai bentuk disinformasi.
Serangan terbaru tersebut menandai peningkatan konflik yang telah berlangsung sejak 2015, ketika Arab Saudi mengintervensi Yaman setelah Houthi menguasai Sanaa dan menggulingkan pemerintah resmi.

3 hours ago
3














































