Ilustrasi anak bermain gawai. Penggunaan gawai dinilai bukan akar masalah terjadinya disleksia. Meski demikian, paparan screen time yang berlebihan dapat memperberat masalah yang dialami anak dengan gangguan belajar spesifik.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penggunaan gawai dan durasi screen time sering kali digadang-gadang sebagai biang kerok di balik masalah tumbuh kembang hingga kesulitan belajar anak. Lantas, benarkah paparan layar gawai juga menjadi dalang utama yang memicu gangguan belajar spesifik seperti disleksia?
Dokter spesialis anak subspesialis tumbuh kembang Anak, dr Farid Agung Rahmadi, mengatakan penggunaan gawai bukan akar masalah terjadinya disleksia. Meski demikian, paparan screen time yang berlebihan dapat memperberat masalah yang dialami anak dengan gangguan belajar spesifik.
Disleksia merupakan gangguan belajar spesifik yang terkait dengan kemampuan membaca. Anak dengan disleksia biasanya kesulitan membedakan bunyi huruf dan mengeja, sehingga anak kesulitan merangkai kata dengan tepat.
"Gawai bukan penyebab utama gangguan belajar spesifik disleksia, tapi penggunaan screen time gawai bisa memperberat masalah, tapi bukan akar masalah," kata dr Farid dalam webinar Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dipantau Republika di Jakarta, Selasa (14/9/2026).
Menurut dr Farid, anak dengan gangguan belajar spesifik juga perlu diperhatikan dari kemungkinan adanya gangguan penyerta atau komorbid. Salah satu komorbid yang paling sering ditemukan adalah gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD).
la menyebut ADHD dapat ditemukan pada sekitar 30 hingga 50 persen anak dengan gangguan belajar spesifik. Selain ADHD, sejumlah kondisi lain juga dapat menyertai, seperti perilaku menentang, gangguan cemas, depresi, hingga gangguan motorik.
Dokter Farid menekankan, kondisi-kondisi penyerta tersebut juga perlu mendapatkan intervensi, tidak hanya berfokus pada gangguan belajar spesifik yang dialami anak. "Ini harus diintervensi juga, selain intervensi gangguan belajar spesifik," kata dia.
Selain intervensi medis, lingkungan sekolah juga memiliki peran penting dalam mendukung anak dengan gangguan belajar spesifik. Dokter Farid mengatakan kebutuhan akan sekolah inklusif sangat penting untuk mendukung anak dengan disleksia dan penderita gangguan belajar spesifik lainnya.

4 hours ago
3














































