ESDM Klaim Kudeta AS ke Venezuela tak Pengaruhi Harga BBM

1 day ago 11

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman menegaskan eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela tidak memengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Ia memastikan kondisi pasokan dan harga energi nasional masih stabil di tengah dinamika geopolitik global.

Laode menyampaikan sumber minyak mentah Indonesia tidak bergantung pada Venezuela maupun kawasan yang tengah mengalami tekanan politik. “Sumber crude kita bukan dari sana, tetapi dari wilayah lain. Jadi masih stabil,” kata Dirjen Migas ESDM di Jakarta, Senin (5/1/2026).

Ia menyebut pemerintah belum melihat adanya dampak berarti terhadap harga BBM, termasuk potensi kenaikan signifikan dalam waktu dekat. Pemerintah terus memantau perkembangan global, namun situasi nasional dinilai masih terkendali. “Pada hari ini, kami belum melihat hal seperti itu,” ujar Laode.

Penilaian pemerintah tersebut sejalan dengan pandangan praktisi migas Hadi Ismoyo. Ia menilai eskalasi AS–Venezuela tidak cukup kuat memicu tekanan di pasar energi internasional, tercermin dari pergerakan harga minyak dunia yang justru melemah.

“Tidak akan memengaruhi harga minyak dunia. Produksi Venezuela kecil, hanya sekitar 800 ribu barel per hari, kurang dari satu juta barel per hari,” tutur Hadi kepada Republika.

Harga minyak mentah Brent tercatat berada di kisaran 58–61 dolar AS per barel, level terendah dalam sekitar lima tahun terakhir. Kondisi ini menunjukkan pasar minyak global tidak merespons dinamika politik Amerika Latin sebagai faktor risiko utama.

Hadi menjelaskan Venezuela memang memiliki cadangan minyak yang sangat besar, namun mayoritas berupa heavy oil yang membutuhkan teknologi serta biaya tinggi untuk diproduksi. Karakter tersebut membatasi kemampuan negara itu dalam memengaruhi pasokan global secara cepat.

“Venezuela bukan choke point seperti Selat Hormuz di Timur Tengah,” ucapnya.

Hadi menilai dinamika tersebut tidak membawa konsekuensi berarti terhadap ketahanan energi nasional. Sensitivitas harga minyak global dinilai lebih dipengaruhi kawasan dengan peran strategis dalam jalur distribusi energi dunia.

Di tingkat korporasi, PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) memastikan situasi di Venezuela tidak berdampak terhadap aset dan personel Maurel & Prom (M&P). Perusahaan menyampaikan seluruh aktivitas berjalan aman berdasarkan pemantauan berkelanjutan.

PIEP sebagai pemegang saham mayoritas M&P dengan kepemilikan 71,09 persen juga menjalin koordinasi intensif dengan KBRI di Caracas sebagai langkah kehati-hatian. Pemantauan dilakukan untuk memastikan stabilitas operasional dan keselamatan sumber daya manusia tetap terjaga.

sumber : Antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |