Grup Musik Sukatani tampil saat aksi Kamisan ke-893 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/1/2026). Aksi Kamisan ke-19 tahun itu mengusung tema Bergerak, Bersolidaritas, Merebut Kedaulatan Rakyat!. (FOTO : Republika/Prayogi)
Band Sukatani tampil di Aksi Kamisan ke-893 di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026). Dalam rangka memperingati 19 tahun Aksi Kamisan, masyarakat sipil menegaskan penolakan terhadap normalisasi kekerasan negara, sekaligus menguatkan tuntutan penyelesaian pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan penghentian impunitas. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)
Grup Musik Sukatani tampil saat aksi Kamisan ke-893 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/1/2026). Aksi Kamisan ke-19 tahun itu mengusung tema Bergerak, Bersolidaritas, Merebut Kedaulatan Rakyat!. (FOTO : Republika/Prayogi)
Massa mengikuti Aksi Kamisan ke-893 di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026). Sejak pertama kali berlangsung pada 2007, Aksi Kamisan telah menjelma menjadi ruang ingatan kolektif bagi keluarga korban dan masyarakat sipil. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)
Band Sukatani tampil di Aksi Kamisan ke-893 di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026). Aksi ini terus mengingatkan negara atas kewajiban konstitusionalnya untuk menuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM berat, sekaligus merespons berbagai bentuk kekerasan, pembungkaman, dan kemunduran demokrasi yang dinilai terus berulang. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)
Sejumlah orang menghadiri aksi Kamisan ke-893 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/1/2026). Aksi Kamisan ke-19 tahun itu mengusung tema Bergerak, Bersolidaritas, Merebut Kedaulatan Rakyat!. (FOTO : Republika/Prayogi)
Sejumlah orang menulis kritikan saat menghadiri aksi Kamisan ke-893 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/1/2026). Aksi Kamisan ke-19 tahun itu mengusung tema Bergerak, Bersolidaritas, Merebut Kedaulatan Rakyat!. (FOTO : Republika/Prayogi)
Sejumlah orang menghadiri aksi Kamisan ke-893 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/1/2026). Aksi Kamisan ke-19 tahun itu mengusung tema Bergerak, Bersolidaritas, Merebut Kedaulatan Rakyat!. (FOTO : Republika/Prayogi)
Sejumlah orang menghadiri aksi Kamisan ke-893 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/1/2026). Aksi Kamisan ke-19 tahun itu mengusung tema Bergerak, Bersolidaritas, Merebut Kedaulatan Rakyat!. (FOTO : Republika/Prayogi)
Sejumlah orang menghadiri aksi Kamisan ke-893 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/1/2026). Aksi Kamisan ke-19 tahun itu mengusung tema Bergerak, Bersolidaritas, Merebut Kedaulatan Rakyat!. (FOTO : Republika/Prayogi)
Sejumlah orang menghadiri aksi Kamisan ke-893 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/1/2026). Aksi Kamisan ke-19 tahun itu mengusung tema Bergerak, Bersolidaritas, Merebut Kedaulatan Rakyat!. (FOTO : Republika/Prayogi)
Massa mengikuti Aksi Kamisan ke-893 di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026). Dalam rangka memperingati 19 tahun Aksi Kamisan, masyarakat sipil menegaskan penolakan terhadap normalisasi kekerasan negara, sekaligus menguatkan tuntutan penyelesaian pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan penghentian impunitas. Sejak pertama kali berlangsung pada 2007, Aksi Kamisan telah menjelma menjadi ruang ingatan kolektif bagi keluarga korban dan masyarakat sipil. Aksi ini terus mengingatkan negara atas kewajiban konstitusionalnya untuk menuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM berat, sekaligus merespons berbagai bentuk kekerasan, pembungkaman, dan kemunduran demokrasi yang dinilai terus berulang. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Band Sukatani tampil di Aksi Kamisan ke-893 di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026).
Dalam rangka memperingati 19 tahun Aksi Kamisan, masyarakat sipil menegaskan penolakan terhadap normalisasi kekerasan negara, sekaligus menguatkan tuntutan penyelesaian pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan penghentian impunitas.
Sejak pertama kali berlangsung pada 2007, Aksi Kamisan telah menjelma menjadi ruang ingatan kolektif bagi keluarga korban dan masyarakat sipil.
Aksi ini terus mengingatkan negara atas kewajiban konstitusionalnya untuk menuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM berat, sekaligus merespons berbagai bentuk kekerasan, pembungkaman, dan kemunduran demokrasi yang dinilai terus berulang.
sumber : Republika

2 hours ago
3
















































