Disebut Jadi Perwakilan Menag di Garda Terdepan, Hampir Dua Ribu Penghulu Dibina Prosesi Pernikahan

1 week ago 9

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Sebanyak 1.886 penghulu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mengikuti Short Course Teknik Memandu Pernikahan yang digelar Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) SDM Pendidikan dan Keagamaan Ciputat. Kursus singkat ini dilaksanakan secara hybrid learning melalui platform Klinik Pengetahuan MOOC Pintar dan Smart Class di kampus Ciputat, Jakarta, Rabu (7/1/2026).

Kepala Pusbangkom SDM, Mastuki mengatakan, short course ini pertama kali dilaksanakan sebagai jawaban atas permintaan Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag). Kegiatan ini terbuka bagi penghulu, gratis dan bersertifikat resmi.  

Menurut Mastuki, rekruitmen tenaga penghulu dari jalur PPPK menyisakan masalah kurangnya kemampuan teknis  penghulu dalam menjalankan tugas profesinya. "Program ini dirancang untuk membekali penghulu yang belum mendapat tugas dari Kanwil sebagai pencatat perkawinan di KUA. Teknik memandu pernikahan secara syar'i harus benar. Dan itu menjadi kompetensi wajib bagi penghulu,"kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis (8/1/2026).

Mastuki menjelaskan, penghulu PPPK dan CPNS baru perlu memahami dengan benar tata cara memandu prosesi akad nikah secara khidmat dan berkesan. Selain itu, mereka perlu menguasai kemampuan bahasa Arab dasar, fasih dalam mengucapkan naskah akad dan khutbah nikah. 

Di samping itu, penghulu harus percaya diri, komunikatif, serta mampu melaksanakan tugas profesi dengan sebaik-baiknya.  

"Penghulu itu wakil Menteri Agama di garda terdepan. Mereka memiliki peran strategis dalam layanan keagamaan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, sehingga perlu terus diperkuat kapasitas dan kompetensinya,”kata dia.

Melalui hybrid learning, Mastuki berharap memberikan solusi pembelajaran yang mudah diakses oleh penghulu dimanapun, tanpa harus meninggalkan tugas pelayanan kepada publik. ASN tetap bisa belajar, meningkatkan kompetensi, dan langsung menerapkannya dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. 

Short course ini dilaksanakan dalam rangka Hari Amal Bhakti  ke-80 Kementerian Agama dengan tajuk Smart HAB. Selain peningkatan kompetensi penghulu, Pusbangkom SDM juga menyiapkan short course untuk menyasar segmen ASN berbeda, seperti penguatan metode baca tulis Alquran bagi guru pendidikan agama di sekolah, pelatihan trauma healing berbasis pendekatan keagamaan bagi penyuluh agama di wilayah terdampak bencana, serta pelatihan ekoteogi dan kurikulum berbasis cinta.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |