Dari Kepemimpinan Perempuan hingga Pemberdayaan, Hera F. Haryn Bicara tentang Dampak Bakti BCA

3 hours ago 3

CANTIKA.COM, Jakarta - Kepemimpinan perempuan di dunia kerja kini tidak lagi berhenti pada soal berapa banyak perempuan menduduki posisi strategis. Lebih jauh, jauh dari itu adalah tentang bagaimana sebuah organisasi membuka ruang yang inklusif bagi perempuan untuk membangun kapasitas, daya saing setara, mengambil keputusan, dan membawa perspektifnya dalam menentukan arah bersama. Bagi Hera F. Haryn, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, value tersebut merupakan bagian dari kepemimpinannya dalam menciptakan dampak. Baginya, seorang pemimpin bukan hanya dituntut menghasilkan kinerja, tetapi juga mampu menjadi mesin penggerak untuk bertumbuh dan membangun orang lain dalam mencapai potensi terbaiknya.

“Pada akhirnya, refleksi keberhasilan seorang pemimpin tak terbatas dari pencapaiannya, namun kemampuan menjadi katalisator bagi kompetensi, daya saing hingga keberhasilan kolektif dalam kepemimpinannya. Dan yang terpenting, keberhasilan bersama berproses dalam nilai equal respect, mindfulness dan menciptakan lingkungan bekerja dengan mental yang sehat, ” ujar Hera dalam kesempatan khusus menjawab pertanyaan Cantika.

Pandangan tersebut pun menjadi salah satu nilai yang ia bawa dalam menjalankan perannya di BCA. Prinsip tersebut pun tercermin dalam budaya kerja BCA yang mengedepankan inklusivitas dan meritokrasi, yang lebih dari 70 persen posisi manajerialnya diisi oleh perempuan. Tak berhenti pada representasi, kesempatan untuk berkembang juga diberikan berdasarkan profesionalisme dan kapabilitas.

Namun, bagi Hera, membuka ruang untuk bertumbuh tidak hanya relevan di lingkungan kerja. Baginya nilai yang sama juga dapat diterapkan ketika sebuah perusahaan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengembangkan potensi dan menciptakan perubahan di lingkungannya. Salah satu bentuk nyata pemberdayaan tersebut hadir melalui Genera-Z Berbakti, yang secara khusus membuka ruang bagi generasi muda untuk tidak hanya menerima manfaat, tetapi juga ikut menciptakan solusi. Melalui program ini, mahasiswa berkesempatan membawa gagasan mereka secara langsung ke Desa Wisata binaan Bakti BCA sekaligus berkolaborasi dengan masyarakat setempat. Ini adalah bentuk kepemimpinan yang inklusif lebih luas, membuka ruang untuk mendengar dan percaya pada keberdayaan anak muda dan masyarakat lokal.

Genera-Z Berbakti merupakan salah satu program corporate shared value (CSV) yang diselenggarakan BCA di bawah payung Bakti BCA, sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memberdayakan individu dan komunitas serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Berikut ini adalah petikan wawancara CANTIKA bersama Hera F. Haryn mengenai makna kepemimpinan, pentingnya membuka ruang bagi perempuan dan generasi muda untuk bertumbuh dan berdaya, serta bagaimana kolaborasi dapat melahirkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Seperti apa kepemimpinan yang mampu menciptakan dampak, terutama dalam membuka ruang bagi orang lain untuk bertumbuh?

Hera F. Haryn: Bagi saya, kepemimpinan menciptakan dampak tak terbatas tentang dari pencapaian kinerja personal, namun kemampuan untuk menjadi katalisator bagi kompetensi, daya saing hingga keberhasilan kolektif dalam kepemimpinannya. Dan yang terpenting, keberhasilan bersama ini berproses dalam nilai equal respect , mindfulness dan menciptakan lingkungan bekerja dengan mental yang sehat," ujar Hera.

Selain itu, di era yang dinamis dan penuh tantangan seperti sekarang, tuntutan terhadap seorang pemimpin memang telah bergeser. Tidak lagi hanya berfokus pada menghasilkan kinerja atau "output" saja tetapi juga secara proaktif membuka ruang dan memfasilitasi setiap anggota tim untuk bertumbuh dan mengembangkan potensi terbaik mereka. Pada akhirnya, keberhasilan seorang pemimpin bukan hanya soal pencapaian, tapi juga tentang seberapa banyak orang yang ikut berkembang di bawah kepemimpinannya.

Dalam praktiknya, BCA dikenal memiliki budaya kerja yang inklusif, bahkan lebih dari 60 persen posisi manajerial diisi oleh perempuan. Menurut Ibu, mengapa keberagaman penting bagi sebuah organisasi?

Hera F. Haryn: Keberagaman sangat penting karena menghadirkan perspektif yang lebih kaya dalam pengambilan keputusan, diskusi yang terjadi pun menjadi lebih komprehensif dan inovatif serta solusi yang dihasilkan juga menjadi lebih relevan dengan kondisi masyarakat yang beragam.

Faktanya, secara global, berbagai report juga menunjukkan bahwa perusahaan dengan keberagaman gender di level manajemen atas cenderung memiliki kinerja finansial lebih baik sekitar 20-25% dibandingkan rata-rata global. Karena itu, kami di BCA memegang teguh nilai tersebut melalui sistem meritokrasi, dengan penilaian karyawan yang berbasis pada profesionalisme dan kompetensi.

Selama memimpin Corporate Communication & Social Responsibility BCA, nilai apa yang selalu Ibu pegang dalam membangun program yang berdampak bagi masyarakat?

Hera F. Haryn: Nilai terpenting adalah berpikiran terbuka, kemampuan mendengar dan mengeksekusi program yang relevan dengan ketulusan hati. Karena sesuatu yang dikerjakan dengan ketulusan akan memberikan dampak yang lebih bermakna dan bermanfaat.Hal itu selaras dengan nilai-nilai yang dipegang BCA dalam menciptakan program untuk masyarakat. Semangat melayani dengan hati pun mendorong munculnya beragam inisiatif yang bermanfaat dan bermakna bagi masyarakat.

Melalui Bakti BCA, bagaimana Ibu melihat peran perusahaan dalam menciptakan dampak bagi masyarakat?

Hera F. Haryn: Bakti BCA merupakan bentuk komitmen kami dalam pemberdayaan individu, komunitas, serta preservasi ekosistem. Melalui bisnis yang dijalankan secara bertanggung jawab dan berbagai inisiatif pemberdayaan, kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan perusahaan juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Sebagai informasi, BCA di bawah payung Bakti BCA menyelenggarakan berbagai program corporate shared value (CSV), salah satunya Genera-Z Berbakti yang memfasilitasi tim dari empat perguruan tinggi untuk berinovasi dan mengabdi ke desa binaan Bakti BCA. Genera-Z Berbakti bisa disaksikan melalui akun resmi YouTube Solusi BCA.

Mengapa BCA memilih memberi panggung kepada Gen Z, bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi sebagai pencipta solusi?

Hera F. Haryn: Program Genera-Z Berbakti hadir dengan semangat menyediakan wadah bagi mahasiswa yang memiliki kepedulian dan gagasan untuk mengimplementasikan ide mereka secara langsung dan berkolaborasi dengan masyarakat. Kami pun sangat senang melihat antusiasme mahasiswa dari berbagai kampus di penjuru Indonesia yang ingin bergabung dalam program ini. Di tahun 2026 atau tahun kedua pelaksanaannya, Genera-Z Berbakti telah menerima sebanyak 260 proposal berisi ide-ide cemerlang teman-teman mahasiswa untuk membangun dan mengembangkan lebih jauh desa wisata binaan Bakti BCA. Jumlah proposal yang kami terima ini meningkat dibandingkan pada pelaksanaan program tahun 2025. Ada antusiasme dari kawan-kawan mahasiswa untuk ikut program Genera-Z Berbakti ini.

Kemudian, melalui Genera-Z Berbakti, BCA berupaya menjembatani serta menghubungkan ide kreatif dan inovatif dari mahasiswa tersebut dengan masyarakat di berbagai Desa Wisata binaan Bakti BCA. Kami yakin program ini dapat membawa dampak positif bagi mahasiswa serta masyarakat di daerah tujuan.

Dalam program tersebut, para finalis tidak hanya menyusun proposal, tetapi juga mengeksekusi idenya di lapangan. Mengapa pengalaman seperti ini menjadi bekal penting bagi generasi muda?

Hera F. Haryn: BCA percaya bahwa Gen Z merupakan bagian dari agen perubahan, dan kehadiran Genera-Z Berbakti 2026 dapat menjadi stimulus bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa sejak dini. Hal ini terlihat selama dua tahun penyelenggaraan Genera-Z Berbakti, proposal yang kami terima menunjukkan besarnya semangat generasi muda untuk mengabdi dan menciptakan dampak nyata.

Pengalaman menerapkan ide di desa-desa wisata binaan Bakti BCA diharapkan akan menjadi bagian dari proses belajar para mahasiswa dan kami berharap, dengan pengalaman turun langsung ke lapangan, mereka bisa mengembangkan perspektif yang lebih membumi dan mengedepankan kolaborasi dengan masyarakat, melatih ketangguhan, mengasah empati, dan mengimplementasikan ide secara adaptif sesuai dengan kondisi di lapangan.

Untuk diketahui, tahun ini beberapa Desa Wisata binaan Bakti BCA yang menjadi lokasi pelaksanaan Genera-Z Berbakti adalah Desa Wisata Kreatif Terong, Kabupaten Belitung, Provinsi Kep. Bangka Belitung; Desa Wisata Situs Gunung Padang, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat; Desa Wisata Patakbanteng, Kabupaten Wonosobo. Provinsi Jawa Tengah; dan Desa Wisata Kakaskasen Dua, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara.

Selain Genera-Z Berbakti, Bakti BCA menciptakan dampak sosial di bidang pendidikan, kesehatan, budaya, lingkungan, hingga bisnis unggul. Apa harapan yang ingin dicapai melalui berbagai program tersebut?

Hera F. Haryn: Harapannya, ke depan BCA dapat terus hadir sebagai entitas yang inklusif, relevan dan bermakna, bagi seluruh lapisan masyarakat. Kami akan menjaga fondasi kepercayaan yang telah dibangun selama ini. Kami akan terus membuka wawasan dan memahami kebutuhan sosial yang berkembang di masyarakat, termasuk melihat peluang untuk memperluas jangkauan maupun bidang program yang dijalankan.

Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan media sosial, bagaimana Ibu melihat peran Gen Z dalam menghadapi tantangan sosial di masa depan? Seberapa penting inovasi dan empati bagi mereka?

Hera F. Haryn: Peran Gen Z dalam menjawab tantangan sosial di masa depan sangat signifikan, terutama karena mereka adalah generasi digital native yang adaptif terhadap teknologi dan media sosial. Namun, inovasi saja tidak akan cukup. Justru, di tengah derasnya informasi dan konektivitas yang terkadang superfisial melalui media sosial, empati menjadi kemampuan yang semakin fundamental dan krusial. Tanpa empati, inovasi bisa menjadi dingin, tidak relevan, atau bahkan menciptakan masalah baru karena kurangnya pemahaman mendalam tentang kebutuhan dan konteks manusia yang sebenarnya.

Sebaliknya, dengan empati mereka tidak hanya mampu melihat tantangan dari sudut pandang masyarakat, tetapi juga membangun kolaborasi yang lebih bermakna dalam menciptakan solusi yang berkelanjutan. Pada aspek itulah kenapa kami di Bakti BCA menggagas program Genera-Z Berbakti, di mana kawan-kawan mahasiswa dari berbagai kampus berkolaborasi dengan warga masyarakat desa, bersama-sama mencari solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Saya percaya bahwa menjawab tantangan sosial membutuhkan bukan hanya ide-ide yang cemerlang, melainkan juga kemampuan untuk mendengarkan kebutuhan masyarakat yang sebetulnya. Dengan kepekaan dan kemauan untuk mendengarkan itulah generasi muda bisa melahirkan solusi yang berdampak positif untuk masyarakat dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Bicara tentang peran sebagai Ibu sekaligus pemimpin, pentingnya quality of presence dibanding sekadar quantity of time juga menjadi salah satu prinsip yang dipegang. Bagaimana Ibu menjaga keseimbangan antara karier dan keluarga, dan apa pelajaran terbesar yang Ibu dapatkan?

Hera F. Haryn: Pelajaran terbesar bagi saya adalah belajar untuk hadir secara utuh (be fully present) pada setiap ruang dan peran yang sedang kita jalani. Sebagai perempuan, kita tidak perlu terjebak dalam tuntutan menjadi superwoman yang sempurna dalam segala hal di waktu yang bersamaan.
Waktu mungkin terbatas secara kuantitas, tetapi kita bisa menentukan kualitasnya. Ketika bersama keluarga, berikan perhatian penuh tanpa terdistraksi oleh pekerjaan, dengarkan mereka dengan empati, bangun komunikasi yang terbuka, dan ciptakan meaningful moments.

Sebaliknya, saat di kantor, fokus memberikan energi untuk memimpin dan memberikan karya terbaik. Keseimbangan bukan berarti membagi waktu secara 50:50, melainkan bagaimana kita bisa memberikan keterlibatan emosional dan pikiran yang utuh di mana pun kita berada.

Apa pesan Ibu untuk perempuan muda Indonesia yang ingin menciptakan perubahan, dan seperti apa perubahan yang ingin Ibu lihat dari mereka dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan?

Hera F. Haryn: Saya berharap para perempuan muda untuk terus belajar, menerapkan growth mindset, memperkaya diri dengan pengetahuan, skill, dan pengalaman yang akan menjadi bekal untuk mereka menjadi pembawa perubahan di masyarakat. Kombinasi ketiganya akan menjadi bekal paling kokoh untuk menghadapi tantangan, melihat peluang yang tersembunyi, dan pada akhirnya, menjadi pembawa perubahan yang kredibel, efektif, dan berdampak nyata di masyarakat. Saya percaya, dengan fondasi yang kuat ini, para perempuan muda akan mampu memimpin, menginspirasi, dan meninggalkan jejak positif yang tak terhapuskan.

Lebih jauh lagi, saya berharap bahwa seluruh generasi muda Indonesia, baik perempuan maupun laki-laki, dapat terus bertumbuh dan berevolusi menjadi generasi yang cerdas secara holistik, kritis dalam menganalisis informasi dan isu, serta memiliki kepekaan yang mendalam terhadap situasi di sekitar mereka.

Kecerdasan akan membimbing mereka menemukan solusi inovatif, daya kritis akan memastikan solusi tersebut tepat sasaran dan berkelanjutan, sementara kepekaan akan menjaga agar setiap langkah perubahan tetap humanis dan inklusif. Yang tak kalah penting adalah semangat kolaborasi yang tinggi. Di dunia yang semakin kompleks ini, perubahan besar jarang dapat dicapai sendiri. Kemampuan untuk bekerja sama, menghargai perbedaan perspektif, dan menyatukan energi kolektif akan menjadi kunci untuk menciptakan perubahan positif yang lebih masif dan berkelanjutan di tengah masyarakat.

Khusus untuk perempuan Indonesia, pada akhirnya, hal-hal di atas hanya akan bisa tercapai apabila perempuan sudah menemukan kebahagiaan dan kecukupan versi dirinya sendiri, untuk dirinya sendiri. Kedua hal ini adalah fondasi awal yang selanjutnya secara natural akan menularkan stamina positif untuk mendorong keberdayaan orang-orang dan lingkungan di sekitarnya.

Pilihan Editor: Format Penjurian Genera-Z Berbakti 2026 Berubah, Dicari Ide Desa Wisata Paling Realistis

LANNY KUSUMASTUTI

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |