Cek Lokasi Pascademo Ricuh, Dedi Mulyadi akan Beri Bantuan ke 10 Kendaraan dan Restoran yang Dibakar

14 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG-- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi turut meninjau langsung dampak dari aksi massa bela Ojol Affan Kurniawan di Kantor DPRD Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu (30/8/2025). Berdasarkan pemantauan Dedi, ada 10 unit kendaraan motor dan satu restoran yang dibakar massa.

Dedi mengatakan, ada 10 kendaraan yang terbakar ini nantinya akan digantikan langsung oleh dirinya. Namun, ia tidak merinci nantinya skemanya akan seperti apa, apakah unit baru atau dalam bentuk uang tunai.

"Ada sekitar 10 unit yang dibakar, kemudian ada rumah makan yang dibakar. 10 unit yang dibakar, kami siapkan bantuan untuk membeli motor baru," ujar Dedi kepada motor di lokasi.

Selain motor, Dedi memastikan, ganti rugi dan bantuan untuk rumah makan yang terkena dampak dari insiden aksi yang berujung ricuh tersebut juga akan diberikan. Karyawan, juga akan diberikan jaminan selama nantinya ada perbaikan rumah makan ini.

"Rumah makan ini juga kita support untuk segera dibangun kembali dan karyawannya selama rumah makannya belum beroperasi kita jamin. Saya tidak mau bahwa ada rakyat yang makin susah," katanya.

Menurut Dedi, pada dasarnya, ia tidak mempermasalahkan adanya demonstrasi. Namun, harus dengan santun dan tidak membuat adanya tindakan anarkisme yang berujung pada kerugian termasuk kerusakan aset-aset pemerintah.

"Kan mengekspresikan kekecewaan karena rakyat belum mendapat keadilan. Tetapi tidak boleh juga berbuat tidak adil bagi yang lain. Ini yang saya minta. Untuk itu ke depan siapa pun yang berlaku anarkis di Jawa Barat, saya akan tegas karena merugikan orang lain," paparnya.

Atas peristiwa ini, Dedi pun akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengambil keputusan. Dedi juga meminta keamanan turut disiagakan kepada para pemilik gedung yang berdekatan dengan lokasi Gedung Sate, dan DPRD Jabar.

"Ya saya lihat ini aja dan identifikasi kemudian ambil keputusan-keputusan. Dan saya lihat yang punya gedung-gedung juga tidak boleh ilang, kayak malam misalkan gedung layanan kesehatan, PT Pos. Harusnya dalam posisi siaga, jangan hilang ketika dibutuhkan," katanya.

Dedi pun menginstruksikan terhadap aparat gabungan agar bisa lebih menahan diri dalam menyikapi peristiwa kerusuhan kemarin. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan hadir menangani setiap persoalan yang ada.

"Ya semua sabar, menahan diri, tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan dan memperbesar api yang membara. saya Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan senantiasa hadir dalam keadaan apa pun," katanya.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |