Cara Penuhi Gizi Seimbang Anak Meski Anggaran Terbatas

1 week ago 9

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memenuhi kebutuhan gizi anak tidak harus selalu identik dengan bahan makanan mahal atau produk impor. Dietisien Luthfianti Diana Mauludiyah, S.Gz, RD, menekankan bahwa keterbatasan anggaran bukanlah penghalang bagi orang tua untuk menyajikan hidangan bergizi seimbang di meja makan.

Kuncinya terletak pada kreativitas pemilihan bahan lokal dan pemahaman tentang prinsip gizi seimbang. Diana mengatakan, menyediakan menu bergizi seimbang terutama pada anak dapat memanfaatkan bahan makanan lokal dan musiman lebih terjangkau.

“Bahan lokal, dan musiman sehingga mendapatkan harga yang lebih terjangkau atau bahan makanan yang selalu tersedia dan murah seperti telur, tempe, tahu, ikan, sayur dan buah lokal,” kata Dietisien dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta itu pada Kamis (8/1/2026).

Dia menyebut menu makanan yang sederhana berupa nasi, sayur bening, telur dan atau tempe goreng dan buah bantu memenuhi kebutuhan gizi seimbang anak. Diana menyarankan mengenalkan variasi menu menjadi strategi guna mencegah anak bosan terhadap makanan di rumah.

“Mencegah anak bosan, variasi makanan bisa dikenalkan dengan mengganti jenis bahan dalam kelompok gizi yang sama, misalnya protein dari telur, ikan, ayam, tempe, atau kacang-kacangan,” kata dia.

Orang tua dapat menggunakan bahan makanan yang sama, lanjut Diana, diolah dengan teknik memasak berbeda sebagai strategi guna mencegah anak bosan. Diana mengingatkan dalam pengenalan makanan baru pada anak sebaiknya dilakukan secara bertahap tanpa paksaan, disertai contoh dari orang tua dan suasana makan yang menyenangkan.

Menurut Diana, orang tua memegang peran penting dalam mempertahankan kebiasaan makan gizi seimbang anak di rumah. Kebiasaan tersebut dapat dibentuk melalui contoh langsung dari pola makan orang tua sehari-hari.

“Sebaiknya orang tua paham dan mengerti makanan apa yang aman untuk anak sehingga dapat memilih dan memberikan makanan yang sehat dan gizi seimbang, dapat pula mengenalkan konsep dan prinsip ‘Isi Piringku’ dengan cara yang menarik,” ujarnya.

Diana menyarankan orang tua memantau terpenuhinya kebutuhan gizi anak seperti melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan yang disesuaikan dengan kurva pertumbuhan. “Mengamati nafsu makan, tingkat aktivitas, dan daya tahan tubuh anak. Anak yang gizinya cukup umumnya aktif dan jarang sakit,” katanya.

sumber : Antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |