Oleh:
Risma Imroatul Azizah, S.Psi
Mahasiswa Magister Psikologi Universitas Airlangga
REPUBLIKA.CO.ID, Belakangan ini, nama Naykilla sering menghiasi dunia hiburan Tanah Air. Penyanyi bergenre hipdut (perpaduan hip-hop dangdut) awalnya viral melalui lagu “Garam & Madu”. Baru-baru ini meluncurkan single terbarunya “MMG (My Mine Gueh)” berhasil menjadi perhatian publik.
Perhatian itu tidak hanya tertuju pada karya musiknya, tetapi juga ke gaya riasan dan berpakaian. Gaya Naykilla yang unik ramai menjadi sorotan karena berani tampil beda.
Ia tampil dengan gaya busana yang khas, makeup yang cheerful, aksesoris yang mencolok serta ekspresi yang percaya diri. Alih-alih mengusung riasan natural yang selama ini banyak menjadi tren, Naykilla justru membangun karakter yang unik, ekspresif, dan mudah dikenali.
Keunikan tersebut membuat penampilannya banyak dijadikan inspirasi oleh warganet melalui konten makeup reaction, outfit styling hingga akhirnya viral di media sosial.
Fenomena ini menunjukkan bahwa popularitas seorang musisi di era digital tidak lagi hanya ditentukan oleh lagu yang dibawakan. Identitas visual yang kuat juga mampu membentuk tren baru dan mendorong masyarakat untuk meniru gaya berpakaian, cara berdandan, hingga cara berekspresi yang dianggap menarik dan autentik.
Menariknya tren Naykilla tidak hanya dikuti oleh Gen Z. Bahkan generasi Alpha termasuk Milenial ikut meniru gaya Naykilla.
Lalu, mengapa begitu banyak orang ingin tampil seperti Naykilla? Dalam persepektif psikologi, fenomena tersebut dijelaskan melalui social learning yang kemukakan oleh Albert Bandura.
Bandura menjelaskan bahwa perilaku manusia dapat diprediksi dan dimodifikasi melalui prinsip-prinsip belajar dengan proses mengamati orang lain. Dalam berinteraksi, individu melakukan pengamatan terhadap individu lain serta belajar dengan pengamatan yang dinamakan modeling.
Dalam modeling terjadi proses peniruan terhadap model (observational learning). Naykilla menjadi salah satu contoh nyata dalam proses tersebut. Melalui media sosial masyarakat terus menerus terpapar pada fashion, makeup dan cara mengekspresikan diri.
Paparan yang berulang tersebut membuat karakter visual semakin melekat dan semakin banyak mendorong masyakarat untuk menirunya. Bandura juga menjelaskan bahwa perilaku akan semakin kuat ketika memperoleh reinforcement atau penguatan.
Pada media sosial, penguatan tersebut hadir dalam bentuk jumlah komentar, views, likes, share hingga konten masuk ke halaman For You Page (Fyp). Ketika seseorang membuat konten gaya ala Naykilla mendapatkan respons positif, perilaku tersebut akan terus diulang bahkan menginspirasi orang lain untuk melakukan hal serupa. Hal ini mengakibatkan tren semakin berkembang luas di masyarakat.
Selain dijelaskan melalui teori Bandura, viralnya Naykilla juga dipengaruhi oleh personal branding yang kuat. Naykilla berhasil menghadirkan identitas visual yang berbeda yang membuat publik mudah mengenali sosoknya dalam beberapa detik.
Pada akhirnya, fenomena tren Naykilla menunjukkan bahwa pengaruh seorang figur publik pada era digital telah mengalami perubahan. Seorang musisi tidak lagi hanya dinilai dari kualitas lagu yang diciptakan, tetapi juga dari bagaimana ia membangun personal branding yang unik, konsisten, dan mampu menginspirasi banyak orang.
Namun demikian, penting bagi individu untuk menyadari menjadikan figur publik sebagai inspirasi sebaiknya tidak sampai menghilangkan identitas diri. Meniru gaya berpakaian atau makeup merupakan hal yang wajar sebagai bentuk ekspresi, tetapi keunikan setiap individu tetap menjadi nilai yang tidak dapat digantikan.
Di sisi lain, figur publik juga memiliki tanggung jawab untuk menggunakan pengaruhnya secara positif. Ketika popularitas dimanfaatkan untuk mendorong kreativitas, rasa percaya diri, dan keberanian menjadi diri sendiri, maka tren yang tercipta tidak hanya menjadi hiburan sesaat, tetapi juga dapat memberikan dampak psikologis yang sehat bagi masyarakat. Karena pada akhirnya, tren dapat berubah, tetapi identitas dan kepercayaan diri seseorang adalah hal yang akan selalu bertahan.

3 hours ago
2













































