Bitcoin dan Ethereum Menguat Sepekan, Pasar Cermati Suku Bunga The Fed

6 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Harga Bitcoin dan Ethereum masih menguat secara mingguan di tengah dinamika pasar aset kripto dan sentimen ekonomi global. Pelaku pasar kini mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 15-16 September 2026.

Berdasarkan data CoinMarketCap pada Kamis (10/9/2026) pagi, Bitcoin berada di kisaran 78.033 dolar AS, turun 1,09 persen dalam 24 jam terakhir, tetapi masih mencatat kenaikan 0,99 persen dalam sepekan.

Ethereum berada di sekitar 2.461 dolar AS, terkoreksi 1,42 persen dalam 24 jam, namun masih menguat 3,04 persen dalam sepekan.

Pergerakan tersebut menunjukkan pasar masih menghadapi volatilitas jangka pendek. Sejumlah faktor makroekonomi, kebijakan moneter, geopolitik, dan sentimen pasar dapat memengaruhi pergerakan aset kripto.

Salah satu sentimen yang dicermati adalah perubahan ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed). Mengutip pemberitaan The Block pada 7 September 2026, ekspektasi kenaikan suku bunga kembali meningkat setelah laporan ketenagakerjaan AS menunjukkan penambahan 162.000 lapangan kerja pada Agustus.

Perubahan ekspektasi tersebut turut mendorong kenaikan imbal hasil US Treasury dan menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pasar aset berisiko, termasuk kripto.

Direktur Operasional Bittime Ryan Lymn mengatakan, kenaikan harga secara mingguan belum menghilangkan potensi volatilitas dalam jangka pendek.

“Pergerakan Bitcoin dan Ethereum saat ini menunjukkan bahwa pasar masih cukup dinamis. Kenaikan secara mingguan tidak serta-merta menghilangkan potensi volatilitas dalam jangka pendek,” ujar Ryan.

Menurut Ryan, investor perlu melihat pergerakan harga dalam konteks kondisi makroekonomi yang lebih luas. Keputusan investasi juga perlu disesuaikan dengan tujuan investasi dan tingkat toleransi risiko masing-masing.

Pasar kripto memiliki karakteristik volatilitas yang tinggi sehingga perubahan harga dapat terjadi seiring munculnya data ekonomi maupun sentimen global.

“Pasar aset kripto memiliki karakteristik volatilitas yang perlu dipahami oleh investor,” tutur Ryan.

The Fed dijadwalkan menggelar FOMC pada 15-16 September 2026. Keputusan mengenai kebijakan moneter AS menjadi salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi sentimen terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin dan Ethereum.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |