Ayah Bagus: Kerja Jurnalistik Anak Saya Ibadah, Saya Serahkan Nasibnya Kepada Allah

7 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Mansyur Suryana, ayah Bagus Khairunnas, salah satu pewarta yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, menegaskan kebanggaannya atas kerja-kerja jurnalistik anaknya. Ia menghargai pilihan anaknya mencari berita gambar meski harus berujung kerisauan seperti saat ini.

“Jurnalis itu pahlawan informasi. Kerja mereka itu ibadah,” kata dia saat ditemui Republika di posko pencarian lima pewarta foto dan tiga awak kapal yang hilang di Selat Sunda, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Jumat (11/9/2026).

Ia mengaku tidak mengetahui rencana anaknya yang bekerja pada kantor berita Antara pergi ke Pantai Carita, Banten. Mansyur mengatakan, jika Bagus sempat memberi tahu rencana tersebut, ia akan melarang sang anak pergi.

“Kalau Mas Gus kemarin ngabarin Bapak, pasti Bapak ngelarang. Saya laranglah,” kata Mansyur yang saat ini tinggal di Banten.

Mansyur mengatakan, Bagus merupakan anak tunggal. Ia saat ini tengah menempuh pendidikan sarjana dan dijadwalkan menjalani wisuda tahun depan. 

Meski begitu, ia yang juga memahami naluri wartawan untuk mengejar informasi. Naluri itu menurut dia memicu anaknya bersungguh-sungguh dalam bekerja dan beberapa kali memenangi penghargaan jurnalistik.

Sebagai seorang wartawan, Mansyur mengaku memahami dorongan Bagus untuk meliput berbagai peristiwa. Ia pun menyadari pekerjaan tersebut membuat sang anak kerap memiliki rencana untuk mendatangi lokasi kejadian.

Mansyur menuturkan, dirinya pun memiliki kebiasaan yang serupa dengan Bagus. Ketika hendak bepergian untuk meliput, ia terkadang tidak memberitahukan rencananya kepada keluarga karena khawatir akan dilarang.

“Kalau saya bilang, ‘Gus, Bapak mau ke Pantai Carita, mau mengekspos status Gunung Anak Krakatau’, pasti saya nggak boleh,” katanya.

Karena itu, Mansyur menduga Bagus juga memilih tidak memberitahukan rencananya pergi ke Pantai Carita. Menurut dia, dirinya dan sang anak sama-sama tidak saling memberi kabar mengenai rencana perjalanan tersebut.

“Saya juga nggak ngabarin anak. Anak juga nggak ngabarin saya,” ujarnya.

Kini, ia hanya berharap anaknya dan para pewarta lain yang hilang kontak di Selat Sunda dapat ditemukan dalam kondisi selamat.

Kepada para jurnalis rekan-rekan anaknya, Mansyur meminta untuk tak takut mengabarkan kebenaran. “Tapi juga harus tetap hati-hati dan melihat keadaan.”

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |