Arab Saudi Kecam Serangan Israel terhadap Warga Sipil di Gaza

15 hours ago 3

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada Kamis, 3 April 2025 mengecam eskalasi militer Israel yang terus berlanjut di wilayah Palestina yang diduduki. Arab Saudi juga mengutuk serangan terhadap tempat penampungan bagi warga sipil yang mengungsi di Gaza.

Dalam sebuah pernyataan, Kerajaan Arab Saudi mengecam penargetan Sekolah Dar Al-Arqam di Gaza, di mana puluhan pengungsi tewas.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arab Saudi juga mengutuk penghancuran gudang yang dioperasikan oleh Pusat Kebudayaan dan Warisan Saudi di daerah Morag di sebelah timur Rafah. Fasilitas tersebut dilaporkan berisi pasokan medis yang ditujukan untuk pasien dan yang terluka di Gaza.

Dilansir dari Arab News, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi turut menyoroti tidak adanya mekanisme akuntabilitas internasional yang efektif telah memungkinkan pasukan Israel untuk terus melanggar hukum internasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan. 

Kementerian tersebut juga memperingatkan bahwa impunitas yang sedang berlangsung berkontribusi pada intensifikasi kekerasan dan menimbulkan ancaman bagi stabilitas regional dan global.

Lebih lanjut, Arab Saudi turut meminta anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk mengambil tindakan tegas untuk mengakhiri apa yang digambarkannya sebagai tragedi yang dialami oleh rakyat Palestina.

Sedikitnya 34 warga Palestina tewas pada Kamis dalam serangan udara Israel di dua sekolah yang menampung warga sipil yang mengungsi di Kota Gaza, menurut pihak berwenang seperti dilansir Anadolu dan Al Jazeera.

Pertahanan Sipil Palestina di Gaza mengatakan 31 warga Palestina, termasuk anak-anak dan wanita, tewas dalam serangan udara yang menargetkan Sekolah Dar Al-Arqam, di mana ratusan warga sipil telah berlindung di lingkungan Tuffah di Kota Gaza.

Dilaporkan bahwa enam korban hilang, dengan puluhan terluka.

Kantor Media Gaza mengatakan sebelumnya bahwa 29 warga Palestina, termasuk 18 anak-anak dan satu wanita, tewas, dan lebih dari 100 terluka dalam serangan itu.

Tentara Israel mengakui serangan itu dan mengklaim bahwa "elemen Hamas menggunakan pusat komando dan kontrol (sekolah) untuk merencanakan dan melaksanakan serangan terhadap warga sipil dan pasukan Israel."

Militer menegaskan bahwa sebelum serangan, "banyak langkah diambil untuk mengurangi bahaya terhadap warga sipil termasuk penggunaan pengawasan udara dan intelijen tambahan," meskipun tidak memberikan bukti untuk mendukung klaim tersebut.

Sita Planasari ikut berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |