Anggota DPR: Agresi AS-Israel ke Iran Bukti BoP Tidak Bawa Perdamaian

3 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Agresi militer yang dilakukan Zionis Israel bersama Amerika Serikat (AS) terhadap Republik Islam Iran membuktikan keraguan internasional selama ini atas adanya Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian. AS merupakan dedengkot, sekaligus pemimpin BoP yang dikampanyekan sebagai Dewan Perdamaian untuk Gaza, Palestina, dan Israel sebagai salah satu anggotanya. 

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Indonesia TB Hasanuddin mengatakan penyerangan militer terbuka terhadap Iran menunjukkan watak asli Israel-AS selaku anggota sekaligus pemimpin BoP yang antiperdamaian. TB Hasanuddin menilai, penyerangan Israel-AS terhadap Iran juga menunjukkan pepesan kosong pembentukan BoP untuk membuat perdamain bagi Bumi Palestina. 

“Dari kejadian ini (penyerangan terhadap Iran), kita menjadi semakin yakin, tidak percaya bahwa BoP benar-benar memiliki misi yang tulus untuk perdamaian. Yang terjadi saat ini, fakta di lapangan justeru menunjukkan eskalasi konflik (perang) yang akan semakin meluas,” kata Hasanuddin kepada Republika melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Ahad (1/3/2026).

Kata TB Hasanuddin, penyerangan militer terbuka Israel-AS terhadap Iran bukanlah peristiwa yang biasa. Justeru kata politikus PDI Perjuangan itu ambisi perang untuk menghancurkan kepemimpinan Ayatullah Ali Khamenei oleh Presiden AS Donald Trump bersama penjajah Benjamin Netanyahu itu bak menyiram bahan bakar baru untuk terus ‘membakar’ situasi di kawasan Timur Tengah. Dan situasi tersebut, juga bakal berdampak langsung terkait upaya membuat perdamaian di Palestina yang belakangan dikoar-koarkan oleh BoP. 

“Dan dari kejadian ini, kita harus menyimpulkan bahwa tidak mungkin Donald Trump dan Benjamin Netanyahu (pemimpin dan anggota BoP) memiliki niat yang sungguh-sungguh untuk membuat perdamaian di  Palestina, dan di Timur Tengah. Kondisi saat ini membuat kita semakin meragukan misi perdamaian yang selama ini diklaim melalui BoP. Dan kita menjadi semakin tidak percaya, bahwa BoP benar-benar memiliki niat yang tulus untuk perdamaian,” kata Hasanuddin.

Pemerintah Indonesia diminta tegas 

Terkait perang AS bersama Israel terhadap Iran yang sudah terjadi saat ini, TB Hasanuddin mendesak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menentukan sikap yang terang. Indonesia selama ini, kata TB Hasanuddin menganut paham konstitusional yang menolak segalam macam bentuk agresi, dan penjajahan, serta mendukung perdamaian dunia.

“Presiden dan atau Menteri Luar Negeri harus segera menyampaikan posisi resmi Indonesia. Apalagi pemerintah kita sudah berpartisipasi jauh selama ini tentang isu-isu perdamaian di Timur Tengah,” kata TB Hasanuddin. 

Menurutnya, keanggotaan Indonesia dalam BoP yang sudah kadung, pun semestinya dapat menjadi kanal aktivasi dalam mengambil peran atas situasi saat ini. Pujian setinggi langit terhadap Presiden Prabowo dalam lawatan-lawatan diplomasinya ke banyak negara selama ini, harus menjadi modal yang kuat untuk terlibat langsung dalam upaya penghentian agresi terhadap negara-negara berdaulat yang dilakukan AS, maupun Zionis Israel selama ini. 

“Melalui partisipasi dalam BoP, sudah saatnya aktivisme diplomasi kita (Indonesia) yang aktif dalam bulan-bulan terakhir ini, menunjukkan hasil apakah benar kita dipandang dan memiliki posisi strategis secara global, atau malah masih jauh panggang dari api,” ujar TB Hasanuddin.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |