Legislator Jawa Barat, Andhika Surya Gumilar.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Legislator Jawa Barat, Andhika Surya Gumilar mengapresiasi kebijakan Pemprov Jabar di bawah kepemimpinan Dedi Mulyadi yang tidak menaikkan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah tepat yang berpihak pada masyarakat.
Menurutnya di tengah tekanan ekonomi masyarakat kecil keputusan mempertahankan tarif PKB dianggap mampu meringankan beban, khususnya masyarakat menengah bawah yang mengandalkan kendaraan pribadi untuk berusaha. Andhika mengatakan pendekatan fiskal yang menitikberatkan pada keterjangkauan justru dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak kendaraan.
“Kebijakan tidak menaikkan opsen PKB ini patut diapresiasi karena masyarakat saat ini membutuhkan ruang untuk berkembang. Ketika tarif tetap terjangkau, partisipasi pembayaran berpotensi meningkat sehingga pendapatan daerah tetap terjaga,” ucap Andhika, Sabtu (28/2/2026).
Ia juga menekankan perlunya optimalisasi pendapatan daerah tanpa membebani masyarakat, misalnya mengoptimalkan BUMD.
Andhika menambahkan, kebijakan Pemprov Jabar di bawah kepemimpinan Dedi Mulyadi atau KDM turut memberi dampak positif bagi masyarakat khususnya pelaku usaha, seperti driver online atau sektor UMKM yang menggunakan roda dua sebagai sarana operasional. Stabilitas pajak kendaraan dinilai membantu menekan biaya distribusi.
Sebelumnya KDM menegaskan sejak awal masa jabatannya setahun lalu, dirinya konsisten menjaga stabilitas tarif pajak. Baginya, menjaga keterjangkauan pajak jauh lebih efektif untuk meningkatkan kepatuhan warga dibandingkan mengerek tarif namun justru membebani masyarakat
"Saya sejak memimpin sampai kemarin Januari bisa ditanya, saya tidak menaikkan. Lebih baik yang berpartisipasi tinggi dibanding naik tapi yang bayarnya sedikit," ucap Dedi di Gedung Sate Kamis, (26/2/2026).

9 hours ago
6















































