Alasan TNI Batasi Penggunaan Ponsel Calon Manajer Kopdes

4 hours ago 3

PESERTA pendidikan dan pelatihan sarjana penggerak pembangunan Indonesia (SPPI) untuk calon manajer koperasi desa merah putih hanya dapat menggunakan alat komunikasi atau ponsel selama satu jam setiap pekan. Komandan Satuan Pendidikan SPPI Pusdikkes TNI Angkatan Darat Letnan Kolonel Korps Kesehatan Militer Said Jauhari mengatakan pembatasan tersebut bertujuan untuk menjaga fokus peserta selama masa pelatihan yang padat. 

Menurut Said, karakter peserta yang didominasi generasi muda membuat pengendalian penggunaan gawai sangat penting. “Sekarang kan generasinya Gen Z. Kalau pegang handphone konsentrasi belajarnya berkurang, jadi main handphone saja,” kata dia.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Pemberian akses gawai sekali sepekan kepada para peserta pelatihan merupakan kebijakan baru. Awalnya panitia berencana melarang penggunaan telepon seluler selama masa pelatihan dasar militer yang akan berlangsung selama 30 hari.

Namun, menurut Jauhari, kebijakan tersebut belakangan menjadi bagian dari hasil evaluasi panitia setelah adanya insiden kematian sejumlah calon manajer koperasi. Kata dia, perubahan ini merupakan instruksi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, menyusul meningkatnya kekhawatiran keluarga peserta 

“Setiap minggu itu kita berikan ponsel lah satu jam untuk komunikasi dengan keluarga. Apalagi, terkait kemarin kan ada berita ada yang meninggal dan sebagainya, tentu keluarga itu cemas,” kata Jauhari.

Jauhari menjelaskan, jadwal penggunaan telepon seluler tidak ditentukan pada jam tertentu, melainkan menyesuaikan situasi dan agenda pelatihan. Di luar waktu yang ditentukan, kata dia, peserta tetap dapat berkomunikasi melalui fasilitasi panitia apabila terdapat kebutuhan mendesak.

“Tapi kalau hanya sekadar bertanya, ‘Pak anak saya bagaimana?’. Ya kami sampaikan anaknya dalam keadaan sehat, nanti hari minggu akan berkomunikasi, begitu,” tutur dia. 

Meski demikian, Jauhar menyebut pembatasan alat komunikasi tersebut  hanya berlaku pada selama Latihan Pembekalan Bela Negara saja yang berlangsung selama 30 hari. Saat peserta memasuki materi manajerial yang membutuhkan akses internet, semua penggunaan alat elektronik akan dibebaskan.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |