CANTIKA.COM, Jakarta - Berhadapan dengan orang yang memiliki kecenderungan Narcissistic Personality Disorder (NPD) bukanlah hal yang mudah. Interaksi dengan mereka sering kali membuat lelah secara emosional, memicu rasa bersalah, hingga perlahan mengikis kepercayaan diri. Tidak sedikit perempuan yang terjebak dalam hubungan kerja, keluarga, atau percintaan dengan individu narsistik tanpa menyadarinya.
Lalu, bagaimana cara menghadapi orang NPD dengan lebih sehat tanpa harus mengorbankan diri sendiri?
Apa Itu NPD dan Mengapa Sulit Dihadapi?
Narcissistic Personality Disorder adalah gangguan kepribadian yang ditandai dengan rasa superior berlebihan, kebutuhan tinggi akan pujian, serta minimnya empati terhadap orang lain. Orang dengan NPD sering terlihat percaya diri, karismatik, dan meyakinkan di awal, namun dalam jangka panjang dapat menunjukkan perilaku manipulatif, merendahkan, dan sulit bertanggung jawab.
Karakter inilah yang membuat hubungan dengan individu NPD sering terasa tidak seimbang dan menguras emosi.
1. Pahami Pola Perilaku NPD Sejak Awal
Langkah pertama menghadapi NPD adalah memahami bahwa perilaku mereka bukan refleksi nilai dirimu. Beberapa pola yang sering muncul antara lain:
Sulit menerima kritik dan selalu merasa paling benar
Mengalihkan kesalahan kepada orang lain
Membutuhkan validasi terus-menerus
Minim empati saat orang lain terluka
Dengan memahami pola ini, kamu bisa berhenti menyalahkan diri sendiri dan mulai melihat situasi secara lebih objektif.
2. Tetapkan Batasan yang Tegas dan Konsisten
Menghadapi orang NPD tanpa batasan justru membuatmu semakin terjebak. Batasan bukan bentuk egois, melainkan perlindungan diri. Sampaikan dengan jelas hal-hal yang tidak bisa kamu toleransi, misalnya nada merendahkan, manipulasi emosional, atau kontrol berlebihan.
Yang terpenting, konsistenlah. Orang dengan NPD sering menguji batas, dan ketegasanmu adalah kunci.
3. Gunakan Komunikasi Asertif, Bukan Emosional
Alih-alih melawan dengan emosi, gunakan komunikasi asertif yang fokus pada perilaku, bukan karakter. Gunakan kalimat seperti “Saya merasa tidak dihargai saat…” dibandingkan “Kamu selalu…”.
Pendekatan ini memang tidak selalu membuat mereka berubah, tetapi membantumu menjaga kendali dan harga diri.
4. Jangan Mengharapkan Empati yang Tidak Mampu Mereka Berikan
Salah satu kesalahan paling umum saat menghadapi NPD adalah berharap mereka akan berubah jika kita cukup sabar atau cukup pengertian. Kenyataannya, empati adalah area yang memang lemah pada NPD.
Berhenti menjadikan mereka sebagai sumber validasi emosional. Cari dukungan dari orang-orang yang aman secara emosional dan mampu memberi respons sehat.
5. Jaga Jarak Emosional Jika Diperlukan
Jika kamu tidak bisa sepenuhnya menjauh, menjaga jarak emosional bisa menjadi solusi. Batasi topik pembicaraan, kurangi keterlibatan pribadi, dan fokus pada hal-hal yang memang perlu dibahas saja, terutama dalam konteks kerja atau keluarga besar.
Ini bukan sikap dingin, melainkan strategi bertahan.
6. Fokus pada Fakta, Bukan Narasi yang Diputarbalikkan
Orang dengan NPD kerap memanipulasi cerita untuk membuat dirinya terlihat benar. Saat berhadapan dengan konflik, pegang fakta dan realita, bukan versi cerita yang berubah-ubah. Jika perlu, catat hal penting agar kamu tidak terjebak gaslighting.
7. Prioritaskan Kesehatan Mentalmu
Jika interaksi dengan orang NPD membuatmu terus cemas, kehilangan kepercayaan diri, atau merasa tidak berharga, itu tanda serius untuk berhenti menormalisasi situasi tersebut. Konsultasi dengan psikolog atau konselor bisa membantumu memulihkan batas diri dan pola relasi yang sehat.
8. Sadari Bahwa Kamu Tidak Bertugas “Menyelamatkan” Mereka
Perubahan pada NPD hanya bisa terjadi jika individu tersebut memiliki kesadaran dan bersedia menjalani terapi. Kamu tidak bertanggung jawab atas penyembuhan mereka. Tugas utamamu adalah menjaga dirimu sendiri.
Menghadapi orang dengan Narcissistic Personality Disorder (NPD) membutuhkan kesadaran, batasan yang kuat, dan keberanian untuk memprioritaskan diri sendiri. Kamu berhak berada dalam hubungan yang sehat, aman, dan saling menghargai, tanpa harus terus-menerus membuktikan nilai dirimu pada orang lain.
Jika kamu sedang berada dalam situasi ini, ingat satu hal penting: melindungi kesehatan mental bukan tanda kelemahan, melainkan bentuk keberanian.
Pilihan Editor: Belajar dari Aurelie Moeremans, Ini Tahapan dan Tanda Child Grooming yang Perlu Kamu Tahu
CLEVELAND CLINIC | CHOOSING THERAPY | PSYCHOLOGY TODAY
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.









































