Zona 5 TPA Sarimukti Terancam Lebih Cepat Ditutup, Pemprov Jabar Beberkan Kondisinya

1 day ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Pemprov Jabar dihadapkan dengan kondisi TPA Sarimukti di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat yang nyaris penuh secara visual. Kondisi itu membuat pemanfaatan zona 5 atau perluasan TPA Sarimukti terancam lebih cepat berakhir.

Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional pada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat Arief Perdana mengatakan, berdasarkan perhitungan detail engineering design (DED), total kapasitas zona 5 seluas 6,3 hektare itu mencapai 2 juta ton lebih yang diperkirakan bisa digunakan 2 tahun lebih. "Ya memang dua tahun (pemanfaatan zona 5) dan secara teoritis dan angka masih aman karena masih 20-30 persenan dari kapasitas, dihitungnya dari total truk masuk dan timbangan. Tapi kalau dari visual memang sudah hampir penuh tinggal satu level lagi," kata Arief saat dihubungi, Jumat (9/1/2026).

Untuk mengendalikan pembuangan sampah agar usia TPA Sarimukti di zona 5 bertahan sesuai perencanaan, Pemprov Jabar sudah melakukan pembatasan bagi daerah pengguna sesuai Surat Edaran (SE) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Nomor: 6174/PBLS.04/DLH perihal Peringatan dan Pembatasan Pembuangan Sampah ke TPPAS Regional Sarimukti. Kuota untuk Kota Bandung dalam surat edaran itu maksimal maksimal 981,31 ton per hari, sehingga jika diakumilasikan selama dua pekan atau 14 hari menjadi maksimal 13.738,34 ton. Kemudian Kota Cimahi Kota Cimahi maksimal 119,16 ton per hari atau 1.668,24 per dua minggu, Kabupaten Bandung maksimal 280,37 ton per hari atau 3.925,18 ton per dua pekan dan Kabupaten Bandung Barat maksimal 119,16 ton per hari 1.668,24 ton per dua pekan.

Pemprov Jabar akan menyerahkan data dan kondisi di lapangan ini kepada pimpinan untuk mengambil kebijakan selanjutnya. Opsi pembatasan tambahan pun bisa saja digulirkan untuk mempertahankan penggunaan TPA Sarimukti hingga 2 tahun ke depan.

"Yang pasti kita laporkan data-data saya sampaikan ke pimpinan terus terkait pengurangan atau pembatasan kuota kita serahkan ke pimpinan. Memang kalau seperti ini dengan kuota yang sudah disepakati tidak ada pengurangan kemungkinan tidak cukup sampai 2 tahun," ujar Arief.

Untuk opsi terdekat, kata dia, Pemprov Jabar akan melakukan penambahan alat berat untuk menata sampah di TPA Sarimukti yang jumlahnya dinilai masih minim. Sesuai dokumen lingkungan yang dikantongi, pihaknya akan memaksimalkan pemadatan dan pengomposan sampah di TPA regional tersebut.

"Karena kami ada keterbatasan di Sarimukti sehingga mungkin kurang optimal proses perataan maupun pemadatan. Tahun ini kita upayakan penambahan alat berat untuk perataan, kalau sekarang memang tidak cukup. Dalam sehari yang beroperasional hanya 7. Jadi upayanya di 2026 mengoptimalkan perataan," kata dia.

Kemudian Pemprov Jabar juga meminta kabupaten dan kota pengguna TPA Sarimukti untuk memaksimalkan pengelolaan sampah di wilayah masing-masing dengan cara memilah sampah. Cara itu diyakini bisa mengurangi beban sampah yang dibuang ke Sarimukti.

"Selanjutnya kami masih berharap ada pengurangan di kabupaten dan kota," ucap Arief.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |