Laporan Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Marmaris, Turki
REPUBLIKA.CO.ID, MARMARIS -- Zionis Israel masih melakukan penahanan terhadap dua pemimpin pelayaran sipil Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 di Penjara Shikma. Militer penjajahan itu mengancam akan membunuh dua aktivis kemanusian asal Brasil, dan Palestina tersebut. Zionis Israel juga mengancam Thiago dan Seif akan tetap hidup namun dalam penjara selama seratus tahun.
Ancaman-ancaman itu, disampaikan tim introgasi militer zionis terhadap Thiago dan Seif. Thiago dan Seif menceritakan proses introgasi yang mereka alami kepada Pengacara Hadeel Abu Salih dan Lubna Tuma yang merupakan bagian dari tim Adalah, kelompok pendamping hukum Global Sumud Flotilla. Tim Adalah, berhasil menemui Thiago dan Seif di sel tahanan di Penjara Shikma, pada Senin (4/5/2026).
"Pengacara Adalah mengunjungi aktivis GSF yang ditahan, Thiago dan Saif. Dan melaporkan pengancaman kematian dan ancaman pemenjaraan yang berkepanjangan terhadap keduanya," begitu disampaikan Adalah melalui kanal resmi yang diterima Republika di Marmaris, Turki, Senin (4/5/2026). Thiago dan Seif, hingga saat ini sudah enam hari dalam penahanan tentara zionis.
Keduanya diculik oleh tentara angkatan laut zionis pada Rabu (29/4/2026) tengah malam saat memimpin pelayaran lanjutan Sumud Flotilla menembus blokade Gaza. Tentara penjajahan, menculik Thiago dan Seif di perairan internasional Laut Mediterania di dekat Kepulauan Yunani atau sekitar lebih dari 600 mil dari pantai Gaza, Palestina. Selain Thiago dan Seif, 176 aktivis dari banyak negara, yang turut serta dalam misi pelayaran kemanusian Global Sumud Flotilla tahun ini juga sempat diculik dari atas kapal.
Ratusan aktivis itu mengalami beragam bentuk penyiksaan dan brutalisme dari serdadu zionis. Akan tetapi, hanya Thiago dan Seif yang dibawa ke Ashdod yang merupakan pelabuhan militer zionis di Tanah Palestina. 175 aktivis pelayaran lainnya, didaratkan di Yunani, lalu dideportasi dan sebagian diminta oleh pemerintah Turki untuk dipulangkan ke Istanbul. Sebagian aktivis lainnya yang sempat diculik dan tertahan di Yunani hingga saat ini juga masih berada di negara itu mendesak pembebasan Thiago dan Seif.
Thiago merupakan aktivis berkewarganegaraan Brasil. Sedangkan Seif pemegang paspor Spanyol. Sejak dalam tawanan zionis, dan kini menjadi tahanan militer penjajahan, keduanya memilih untuk mogok makan dan minum. Adalah menerangkan, mogok makan dan minum tersebut sebagai bentuk protes Thiago dan Seif atas penculikan dan penangkapan ilegal yang dilakukan zionis di perairan internasional. Saat ditemui tim Adalah di sel penahanan, Thiago dan Seif menceritakan beragam jenis penyiksaan lanjutan dan berbagai pengancaman yang dialami keduanya.
Thiago dan Seif ditempatkan dalam ruang isolasi khusus untuk diinterogasi setiap hari. "Thiago Avila melaporkan (kepada tim Adalah) telah berulang kali diinterogasi hingga delapan jam. Para interogator secara eksplisit mengancamnya, menyatakan bahwa ia akan 'dibunuh' atau 'dipenjara selama 100 tahun'," begitu dalam laporan Adalah. Setelah menjalani pemeriksaan yang berlarut-larut selama berjam-jam, keduanya dikembalikan ke dalam sel isolasi yang ruangannya di pasangi alat penerangan total selama 24 jam.
"Praktik tersebut yang dikenal dalam Layanan Penjara Israel yang dirancang khusus untuk menyebabkan tahanan kurang tidur dan mengalami disorientasi sensorik," begitu laporan Adalah. Selain itu, ruangan isolasi tersebut dipasangi pendingin udara yang membuat suhu ruangan menjadi ekstrim. "Mereka (Thiago dan Seif) selalu ditutup matanya setiap kali dipindahkan ke luar sel, termasuk selama pemeriksaan medis," sambung Adalah. Dalam hukum internasional, penutupan mata dan kepala terhadap para tahanan selama pemeriksaan medis merupakan pelanggaran hak asasi manusia.
Masih berdasarkan laporan Adalah, Thiago dan Seif selama pemeriksaan dan interogasi oleh aparat penjajahan selalu ditanyakan soal Global Sumud Flotilla. Termasuk pertanyaan tentang asal muasal kapal-kapal kemanusian itu. Dan selama ini diketahui, bahwa Global Sumud Flotilla merupakan aksi masa sipil terbesar di dunia dalam perjuangan dan aktivisme untuk membebaskan bangsa Palestina dari penjajahan Zionis Israel.

6 hours ago
4

















































