REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING – Presiden China Xi Jinping mengatakan kepada Raja Abdullah dari Yordania bahwa masalah Palestina merupakan "isu inti bagi Timur Tengah." Ia juga mendesak negara Palestina yang berdaulat segera didirikan.
Hal itu ia sampaikan dalam pertemuan di Beijing, menurut laporan radio pemerintah China. Xi menyerukan solusi politik, dimulainya kembali perundingan damai antara Palestina dan Israel. Ia juga menyerukan segera terwujudnya "pendirian Palestina... sebagai negara merdeka," sebagaimana tercantum dalam ringkasan resmi pertemuan yang disiarkan oleh radio pemerintah tersebut.
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Sabtu bersumpah untuk mencegah pembentukan negara Palestina di Gaza atau Tepi Barat yang diduduki selama ia masih menjabat, demikian dilaporkan Anadolu.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai tanggapan terhadap Mansour Abbas, pemimpin Partai Arab Bersatu (United Arab List), yang mengatakan bahwa Palestina sudah ada sebagai sebuah negara dan diakui oleh sebagian besar dunia.
Abbas mendesak Israel dan AS untuk turut mengakui Palestina.
"Selama saya menjabat sebagai perdana menteri, tidak akan ada negara Palestina yang dikendalikan oleh Iran, baik di Gaza maupun di Yudea dan Samaria," ujar Netanyahu, menggunakan istilah alkitabiah untuk wilayah pendudukan tersebut.
Saat berbicara dalam konferensi umum partainya di kota Arab Tayibe pada hari Sabtu, Abbas mengatakan bahwa partainya mengupayakan perdamaian antara Israel dan Palestina.
"Negara Palestina itu ada, dan dunia mengakuinya," kata Abbas, seraya menyerukan Washington dan Tel Aviv untuk turut mengakuinya.
Pernyataan Netanyahu muncul menjelang pemilihan umum Knesset yang dijadwalkan pada 27 Oktober, di mana jajak pendapat menunjukkan bahwa partai Likud miliknya beserta mitra koalisinya tidak mencapai ambang batas 61 kursi yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan.
Likud, yang saat ini memegang 32 kursi, mengalami penurunan tajam dalam survei-survei terkini; sebuah jajak pendapat pada hari Jumat memprediksi perolehan kursi partai tersebut hanya mencapai 20 kursi.
Sebuah jajak pendapat Channel 13 yang diterbitkan pada 19 Agustus memproyeksikan perolehan gabungan 51 kursi bagi partai Likud pimpinan Netanyahu serta sekutu-sekutunya dari kalangan sayap kanan jauh dan ultra-Ortodoks—jumlah yang masih kurang 10 kursi untuk mencapai mayoritas parlemen.

5 hours ago
5
















































