REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menyinggung Hadiah Nobel Perdamaian sembari membanggakan rekam jejak diplomasinya. Trump mengatakan telah mengakhiri delapan perang, tetapi mempertanyakan mengapa pencapaian yang diklaimnya itu belum membawanya meraih Nobel Perdamaian.
Pernyataan tersebut muncul justru ketika pemerintahannya kembali berusaha memecahkan salah satu konflik yang hingga kini belum mampu Trump akhiri: perang Rusia-Ukraina. Utusan Khusus AS Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner, telah menemui Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada Sabtu (5/9/2026), lalu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Kyiv pada Ahad (6/9/2026). Namun, rangkaian diplomasi tersebut belum menghasilkan terobosan untuk menghentikan perang.
Trump melontarkan pernyataan mengenai Nobel saat berbicara di Ruang Oval pada Jumat (4/9/2026), ketika menjelaskan pengiriman Witkoff dan Kushner membawa gagasan baru perdamaian Rusia-Ukraina.
“Karena saya telah mengakhiri delapan perang. Saya harap kalian bangga kepada saya. Saya mengakhiri delapan perang. Saya tidak mendapat penghargaan atas itu. Saya mengakhiri delapan perang. Apakah saya mendapat Nobel? Tidak,” kata Trump.
Trump kemudian mengatakan pemerintahannya mempunyai gagasan untuk menghentikan perang Ukraina. Ia menyebut Witkoff dan Kushner sebagai dua negosiator hebat yang dikirim untuk mencari kemungkinan tercapainya kesepakatan.
“Kami memiliki sebuah gagasan untuk perdamaian,” kata Trump. “Kami mengirim mereka untuk melihat apakah sesuatu bisa dilakukan. Dan mungkin ada peluang yang cukup baik bahwa kami akan berhasil.”
Ketika itu, Trump tidak mengungkapkan secara terperinci isi proposal yang dibawa kedua utusannya. Reuters melaporkan upaya pemerintahan Trump menyelesaikan perang Ukraina sebelumnya hanya menghasilkan sedikit kemajuan dan perundingan telah mengalami kebuntuan dalam beberapa bulan terakhir.
Tiga Jam Bersama Putin, Belum Ada Terobosan
Dua hari setelah Trump berbicara mengenai Nobel, gambaran mengenai beratnya tantangan diplomasi Ukraina semakin terlihat.
Witkoff dan Kushner bertemu Putin selama lebih dari tiga jam di Kremlin, Moskow, pada Sabtu. Penasihat kebijakan luar negeri Putin, Yuri Ushakov, menggambarkan pembicaraan itu sebagai konstruktif, terbuka, dan berguna. Namun, tidak ada perkembangan besar yang diumumkan seusai pertemuan.
Dari Moskow, Witkoff dan Kushner terbang ke Kyiv. Ini merupakan kunjungan resmi pertama keduanya ke Ukraina dalam kapasitas sebagai negosiator AS untuk perang tersebut.
Mereka kemudian menggelar beberapa putaran pembicaraan dengan Zelenskyy pada Ahad. Penasihat keamanan nasional Inggris, Prancis, dan Jerman turut bergabung dalam bagian akhir perundingan.

1 week ago
29














































