Presiden Nicolas Maduro memberikan konferensi pers di Caracas, Venezuela, Senin, 1 September 2025.
REPUBLIKA.CO.ID, CARACAS – Presiden AS Donald Trump mengakui Amerika Serikat telah melakukan “serangan besar-besaran” terhadap Venezuela pada Sabtu. Ia juga mengatakan pasukan AS telah menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro.
Dalam sebuah postingan di Truth Social, Trump mengatakan Maduro dan istrinya telah “ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri” setelah operasi tersebut. Ia berdalih serangan itu dilakukan “bersama dengan penegak hukum AS”.
Presiden AS Donald Trump selama berbulan-bulan telah mengancam bahwa ia akan segera memerintahkan serangan terhadap sasaran-sasaran di wilayah Venezuela. AS juga telah menyita kapal tanker minyak yang terkena sanksi di lepas pantai Venezuela.
Trump juga memerintahkan blokade terhadap kapal tanker lain dalam sebuah tindakan yang tampaknya dirancang untuk memberikan tekanan yang lebih ketat pada perekonomian negara Amerika Selatan tersebut.
Militer AS telah menyerang kapal-kapal di Laut Karibia dan Samudra Pasifik bagian timur sejak awal September. Pada hari Jumat, jumlah serangan kapal yang diketahui adalah 35 dan jumlah orang yang tewas setidaknya 115, menurut angka yang diumumkan oleh pemerintahan Trump.
Perkembangan ini juga dibarengi penumpukan besar pasukan Amerika di perairan Amerika Selatan, termasuk kedatangan kapal induk tercanggih di Amerika pada bulan November. Kedatangan kapal itu menambah ribuan tentara lagi yang merupakan kehadiran militer terbesar di wilayah tersebut selama beberapa generasi.
Trump membenarkan penempatan kapal tersebut sebagai tindakan eskalasi yang diperlukan untuk membendung aliran narkoba ke Amerika Serikat dan menegaskan bahwa Amerika terlibat dalam “konflik bersenjata” dengan kartel narkoba.
Presiden Venezuela, Nicolás Maduro sebelumnya mengatakan AS ingin memaksakan perubahan pemerintahan di Venezuela dan mendapatkan akses terhadap cadangan minyak yang besar melalui kampanye tekanan selama berbulan-bulan yang dimulai dengan pengerahan militer besar-besaran ke Laut Karibia pada Agustus.
Dalam beberapa hari terakhir, Venezuela mengindikasikan pihaknya terbuka untuk merundingkan kesepakatan dengan AS untuk memerangi perdagangan narkoba, kata Maduro, bahkan ketika ia tetap bungkam atas laporan serangan yang dipimpin CIA terhadap negaranya pekan lalu.
Setelah serangan pagi ini, Kementerian Luar Negeri Venezuela mengatakan bahwa Presiden Nicolas Maduro telah mengeluarkan dekrit yang menyatakan keadaan darurat di negaranya. Seluruh kekuatan tempur di negara itu juga dikerahkan untuk menghadapi serangan yang terjadi sejak Sabtu dini hari waktu setempat.

19 hours ago
5













































