Menstruasi merupakan proses pertumbuhan alami yang akan dilalui oleh seluruh remaja.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Orang tua perlu memperhatikan tanda-tanda ketika anak perempuan tak kunjung mengalami menstruasi. Anak maksimal dianggap harus sudah menstruasi di usia 14 tahun.
"Kalau dia (anak perempuan) belum menstruasi itu harus konsultasi pada dokter, maksimal usia 14 tahun kalau anak tidak ada tanda seks sekunder," kata dokter spesialis kebidanan dan kandungan dr Dinda Derdameisya SpOG, Rabu (22/4/2026).
Dokter lulusan Universitas Indonesia itu mengatakan orang tua dapat mulai melakukan konsultasi dengan dokter spesialis anak apabila anak perempuannya yang sudah berusia maksimal 14 tahun tidak menunjukkan adanya karakteristik seks sekunder atau perubahan fisik yang muncul saat pubertas. Misalnya seperti tidak tumbuhnya payudara dan bulu-bulu halus di beberapa bagian tubuh.
Kondisi lain yang perlu mendapatkan konsultasi dari dokter apabila anak perempuan yang sudah berusia 16 tahun sudah mengalami perubahan fisik, namun belum mengalami menstruasi. "Tapi kita juga perlu melihat juga tinggi badannya, apakah masuk (sesuai) ke pertumbuhan kurva anak (atau tidak). Jadi minimal menstruasi itu pada usia sekitar 10-11 tahun, kemudian maksimalnya nanti 16 tahun," ujar Dinda.
Dinda melanjutkan menstruasi merupakan proses pertumbuhan alami yang akan dilalui oleh seluruh remaja. Terjadinya menstruasi ditandai dengan keluarnya darah dari kemaluan.
Hal tersebut dapat terjadi karena hormon-hormon reproduksi dalam tubuh telah matang sempurna. Sebenarnya, anak perempuan sudah memiliki indung telur sejak lahir. Namun pada anak-anak di bawah usia 11 tahun, Dinda menyampaikan hormon tersebut masih belum matang dan jumlahnya sangat rendah.
"Ketika dia (hormon) sudah mencapai satu level, akan terjadi pematangan sel telur, dinding rahim menebal dan ketika sudah sampai level itu tidak ada pembuahan, darah menstruasi akan turun," tambahnya.
Dia berharap proses tersebut dapat dikomunikasikan secara lebih terbuka antara anak perempuan dengan orang tua. Ini guna memastikan setiap anak mendapatkan informasi yang akurat dan kesehatannya tetap terjaga.
Keluarga disebutnya menjadi tempat pertama anak dapat teredukasi dengan baik, dan dapat lebih mudah memahami perubahan yang terjadi pada tubuhnya masing-masing. "Jadi jangan sampai si anak juga kebingungan, karena orang tuanya tidak mengerti," ucapnya.
sumber : Antara

3 hours ago
2












































