REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Capaian lebih dari 10 juta penonton layar lebar menjadikan Jumbo sebagai film animasi karya anak bangsa dengan pencapaian penonton terbesar di Asia Tenggara. Bahkan, film yang pertama kali dirilis pada 2025 itu kini telah diputar di 40 negara berbagai belahan dunia.
CEO Visinema Group, Angga Dwimas Sasongko, menilai capaian itu bukan merupakan akhir dari perjalanan intellectual property (IP) Jumbo. Pasalnya, ia ingin Jumbo tidak berakhir di layar, melainkan juga bisa terus berkembang menjadi produk turunan lainnya. Ia ingin kesuksesan film terus dijadikan momentum untuk menjadikan IP Jumbo bisa berkelanjutan.
"Nggak cuma bertahan, tapi berkembang dan bisa kami pass on ke generasi berikutnya," kata dia di Discovery Ancol Hotel, Senin (21/9/2026).
Ia menilai, selama ini IP fiim di Indonesia hanya kerap berhenti sebagai produk konsumen. Hampir belum ada IP yang menjadi pengalaman hiburan berbasis lokasi atau location-based entertainment (LBE) di dalam negeri.
Karena itu, Visinema berkolaborasi dengan Discovery Ancol Hotel untuk menghadirkan kamar tematik Jumbo. Upaya itu dilakukan agar IP Jumbo bisa dirasakan melalui pengalaman langsung di dunia nyata.
"Nah, ini adalah pertama-pertamanya dan jadi tonggaknya gitu, untuk ke depan tentunya Jumbo akan terus didevelop sebagai sebuah IP yang evergreen," ujar Angga.
Menurut dia, LBE bukanlah sesuatu yang asing dalam pengembangan IP. Melalui pengembangan tersebut, para kreator bisa membuat karyanya menjadi yang lebih luas jangkauannya.
Melalui kolaborasi tersebut, Discovery Ancol Hotel menghadirkan 53 kamar tematik Jumbo di lantai lima. Selain kamar tematik, kolaborasi tersebut menghadirkan Ruang Tamu Oma, Kamar Don, Sepeda Nurman, dan Kampung Seruni di area hotel. Pengunjung juga dapat menikmati menu bertema Jumbo di Bogor Cafe Discovery Ancol Hotel.
"Ketika kita bicara tentang LBE, maka kita nggak mungkin tidak menempatkan Ancol di top of mind, gitu. Baik dari segi hospitality maupun dari segi experience, dan mudah-mudahan kolaborasinya nanti nggak cuma hanya di hospitality tapi juga di entertainment, sehingga membuat Ancol jadi ekosistem LBE yang punya banyak menu," kata dia.

2 hours ago
3















































