REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada beras. Hal ini ditandai stok beras awal 2026 yang mencapai 12,529 juta ton atau meningkat 203 persen dalam dua tahun terakhir. Ini menjadi wujud kemandirian pangan berbasis produksi petani dalam negeri.
“Pemerintah optimistis ketersediaan beras ini sangat kuat. Indonesia telah mencapai swasembada beras,” kata Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (3/1/2025).
Menurut Ketut, Indonesia menorehkan stok sisa persediaan beras nasional dari 2025 atau carry over stock ke 2026 yang bersifat eksponensial. Carry over stock 2025 yang menjadi stok awal 2026 tersebut menjadi salah satu bukti tercapainya swasembada beras.
Bapanas yang mengolah Proyeksi Neraca Pangan Nasional 2026 berdasarkan data dan informasi dari kementerian dan lembaga terkait, kata Ketut, mencatat stok beras awal 2026 berada pada level sangat tinggi dan dinilai mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.
“Terlebih, sumber stok beras sepanjang 2025 tidak ada yang berasal dari luar negeri,” ujarnya.
Ia menyebutkan stok awal 2026 sebesar 12,529 juta ton itu sudah termasuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog sebesar 3,248 juta ton.
Selain itu, stok beras nasional tersebut tersebar di tingkat rumah tangga produsen dan konsumen, penggilingan, pedagang, serta horeka (hotel, restoran, katering).
Capaian stok beras 12,529 juta ton pada awal 2026 meningkat pesat dalam dua tahun terakhir. Tercatat peningkatan hingga 203,05 persen dibandingkan stok awal 2024 yang berada di angka 4,134 juta ton.
Sementara itu, dibandingkan stok awal 2025 yang tercatat sebesar 8,402 juta ton, terjadi peningkatan sebesar 49,12 persen.
Menurut Ketut, kondisi stok beras nasional pada awal 2026 sangat tinggi dan aman berkat kerja keras petani serta dukungan Kementerian Pertanian dan pemangku kepentingan lainnya.
“Sesuai arahan Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman, Indonesia tidak perlu impor beras konsumsi pada 2026. Ini melanjutkan komitmen pemerintah dalam mendukung petani Indonesia karena pada 2025 juga tidak ada impor,” ujar Ketut.
sumber : ANTARA

20 hours ago
3













































