SPI Apresiasi Kementan Tingkatkan Produksi Beras di tengah Musim Kemarau

1 week ago 78

Ketua SPI Henry Saragih.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Serikat Petani Indonesia (SPI) mengapresiasi langkah Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menjaga dan meningkatkan produksi beras di tengah tantangan musim kemarau. Upaya pemerintah memperkuat sarana dan prasarana pengairan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian.

“Di musim kemarau ini produksi beras naik per hektarenya bisa mencapai 8 hingga 10 ton perhektare. Namun luas lahan tanaman padi yang berkurang karena tidak semunya terairi,” kata Ketua SPI Henry Saragih dalam dialog terbuka RRI, Senin (31/8/ 2026).

Henry mengatakan, ancaman musim kering yang diperkirakan masih berlanjut hingga 2027 harus diantisipasi sejak dini. Menurutnya, petani tidak hanya membutuhkan informasi mengenai kondisi cuaca dari BMKG tetapi juga informasi dan dukungan konkret dari pemerintah.

“Petani kita selain mendapat informasi dari BMKG juga perlu mendapatkan informasi dari pemerintah. Saya mendukung pemerintah dalam pengadaan sarana air, baik dengan memperbaiki seluruh saluran irigasi maupun menyediakan mesin-mesin pompa air,” katanya.

Henry menilai ketersediaan air menjadi kebutuhan utama bukan hanya untuk tanaman padi tetapi juga komoditas palawija. Karena itu, pemerintah perlu memastikan infrastruktur pengairan tetap berfungsi optimal selama musim kemarau.

“Baik tanaman padi maupun palawija tetap membutuhkan air. Ini yang penting kita antisipasi, apalagi kalau musim kemarau berlanjut sampai 2027,” katanya.

Menurut Henry, pembangunan waduk sebagai cadangan air serta kesiapan jaringan irigasi harus menjadi bagian dari strategi pemerintah menghadapi perubahan pola musim.

“Kita ke depan harus terus membangun waduk-waduk sebagai cadangan air dan saluran irigasi juga harus disiapkan,” katanya.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |