SIS Berupaya Pertahankan Pangsa Pasar Suzuki Fronx di Tengah Gempuran Merek Baru

3 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memilih memfokuskan strategi bisnisnya pada upaya mempertahankan pangsa pasar di tengah persaingan industri otomotif yang semakin ketat. Pernyataan ini dilontarkan oleh Marketing & Value Chain 4W Department Head PT SIS Randy R. Murdoko saat menjawab pertanyaan awak media tentang target penjualan produk mereka Suzuki Fronx.

Suzuki Fronx sempat menguasai 40 persen market share untuk SUV B sejak diluncurkan tahun lalu sampai akhir 2025, sebelum akhirnya konsisten di 35 persen hingga Mei 2026 atau setahun setelah peluncurannya. Fronx terjual lebih dari 14 ribu unit.

Alih-alih mengejar pertumbuhan penjualan secara agresif, Suzuki menilai menjaga posisi di pasar menjadi langkah yang lebih realistis ketika semakin banyak merek baru masuk ke Indonesia.

Randy mengatakan, kondisi industri otomotif nasional saat ini semakin menantang. Namun, ia belum melihat adanya indikasi bahwa pasar otomotif nasional akan mengalami penurunan secara signifikan.

"Kalau dibilang market turun, saya belum bisa mengatakan seperti itu. Tapi memang kondisinya makin menantang karena pemainnya semakin banyak," kata Randy saat ditemui di sela GIIAS 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Sabtu (1/8/2026).

Menurut Randy, tantangan terbesar bagi setiap agen pemegang merek bukan hanya menjaga volume penjualan, melainkan mempertahankan porsi pasar agar tidak terus tergerus kompetitor baru.

Ia menjelaskan, penurunan permintaan pasar masih bisa diantisipasi selama pangsa pasar perusahaan tetap terjaga. Sebaliknya, jika penjualan turun bersamaan dengan menyusutnya market share, dampaknya akan jauh lebih berat bagi perusahaan.

"Kalaupun permintaan turun, yang harus kita pertahankan adalah porsi kuenya. Kalau penjualan turun, produksi turun, market share juga turun, itu bisa menjadi double kill," ujarnya.

Karena itu, Suzuki terus menyiapkan berbagai strategi agar tetap kompetitif. Selain mengikuti seluruh regulasi pemerintah, perusahaan juga memanfaatkan basis produksi lokal yang telah lama dimiliki di Indonesia untuk menjaga efisiensi sekaligus meningkatkan daya saing.

Randy mengatakan, investasi manufaktur di dalam negeri memberi fleksibilitas bagi Suzuki untuk menyesuaikan produksi dengan dinamika pasar. Evaluasi terhadap proyeksi permintaan dilakukan secara berkala agar pasokan tetap seimbang dengan kebutuhan konsumen.

Menurut dia, kondisi pasar yang semakin kompetitif justru menjadi tantangan bagi seluruh pelaku industri untuk terus berinovasi.

"Hari ini merek baru terus berdatangan. Itu sah-sah saja karena konsumen jadi punya lebih banyak pilihan. Tugas kami adalah memastikan Suzuki tetap kompetitif dalam kondisi apa pun," katanya menegaskan.

Ia menambahkan, Suzuki tetap optimistis menghadapi semester kedua tahun ini dengan terus memperkuat strategi pemasaran dan mempertahankan kontribusi produk-produk andalan di pasar nasional. Suzuki juga terus memperkuat layanan di dealernya yang tersebar di seluruh Indonesia.

Selama GIIAS 2026, Suzuki menyiapkan program undian bagi pengunjung yang mengikuti sesi test drive selama GIIAS 2026 di ICE BSD City, Tangerang, pada 30 Juli-9 Agustus. Suzuki menyediakan delapan model kendaraan untuk diuji coba, yakni Suzuki XL7 New Alpha Hybrid, Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro, Suzuki Fronx, e VITARA, All New Ertiga, Jimny 3-Door, Jimny 5-Door, dan Grand Vitara.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |