Setelah Cerca Paus Leo, Trump Unggah Foto AI Gambarkan Dirinya Sebagai Yesus

21 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden AS Donald Trump menolak untuk meminta maaf setelah mengkritik Paus Leo, kepala Gereja Katolik, atas pendiriannya mengenai perang di Iran. Demikian disampaikan Trump seperti dilansir Aljazirah. 

Penegasan Trump disampaikan setelah Presiden AS itu sempat membagikan gambar yang dihasilkan AI sebagai Yesus di akun media sosialnya, Truth Social. 

Gambar yang dihasilkan AI tersebut juga menunjukkan Trump tampak menyembuhkan seorang pria sakit di ranjang rumah sakit.

Trump menghapus gambar itu setelah menuai kecaman, termasuk dari beberapa pendukung Trump yang paling setia.

Trump mengakui telah memposting gambar tersebut, dan mengatakan kepada wartawan bahwa ia mengira itu adalah "dirinya sebagai seorang dokter"  di samping seorang pekerja Palang Merah. 

Gambar yang kini telah dihapus itu menunjukkan Trump, mengenakan jubah putih, dengan tangan bercahaya di dahi seorang pria yang sakit, yang menurut para kritikus mirip dengan lukisan religius Yesus menyembuhkan orang sakit.

Latar belakang gambar tersebut termasuk Patung Liberty, bendera AS besar yang berkibar, jet tempur dan seekor elang, serta seorang perawat, seorang wanita yang sedang berdoa.

"Dan saya memang menyembuhkan orang. Saya menyembuhkan orang jauh lebih baik," kata Trump. 

Ia kemudian mengatakan kepada CBS News, mitra BBC di AS, bahwa ia menghapus gambar tersebut karena tidak ingin ada yang bingung. "Orang-orang memang bingung."

Kritik terhadap gambar tersebut datang dengan cepat, termasuk dari tokoh-tokoh yang dianggap dekat dengan Trump dan pemerintahannya.

"Ini harus segera dihapus," tulis Sean Feucht, seorang aktivis Kristen yang sedang mengerjakan serangkaian acara berbasis keagamaan untuk memperingati ulang tahun ke-250 Deklarasi Kemerdekaan AS tahun ini.

"Tidak ada konteks di mana ini dapat diterima," tambahnya.

Riley Gaines, seorang aktivis konservatif terkemuka, menulis bahwa "Tuhan tidak boleh diperolok-olok".

Sebagian besar kritik juga datang dari media berita AS yang berbasis keagamaan.

"Ini sudah keterlaluan. Ini melampaui batas," tulis David Brody, seorang jurnalis dari Christian Broadcasting Network. "Seorang pendukung dapat mendukung misi tersebut dan menolak hal ini."

Trump kritik Paus

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |