Selain Syirik, Menyengsarakan Sesama Muslim Termasuk Dosa Paling Buruk

1 hour ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menyengsarakan sesama Muslim bukan sekadar perbuatan tercela, tetapi termasuk salah satu dosa paling buruk setelah menyekutukan Allah SWT.

Dalam kitab Nashaihul Ibad, Syekh Muhammad Nawawi al-Banteni mengutip sejumlah hadits yang menjelaskan bahwa perbuatan paling utama adalah beriman kepada Allah dan berbuat baik kepada kaum Muslimin, sedangkan perbuatan paling buruk adalah syirik dan menyengsarakan kaum Muslim.

Karena itu, Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga keselamatan, kehormatan, dan harta sesama Muslim serta senantiasa menghadirkan manfaat bagi orang lain.

Syekh Nawawi al-Banteni mengutip sabda Nabi Muhammad SAW serta perkataan para sahabat Nabi SAW dan para tabi'in. Rasulullah SAW bersabda, "Dua perkara paling utama dan tidak ada yang melebihi keutamaannya, yaitu iman kepada Allah dan berbuat kebajikan kepada kaum Muslimin."

Rasulullah SAW juga bersabda, "Siapa pun yang bangun pagi dengan niat tidak berbuat zalim kepada seseorang, maka dosa-dosa yang telah dilakukannya akan diampuni Allah. Barang siapa bangun pagi dengan niat menolong orang yang teraniaya dan memenuhi kebutuhan seorang Muslim, maka ia akan mendapatkan pahala sebagaimana pahala haji mabrur."

Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang paling dicintai Allah SWT adalah orang yang paling berguna bagi sesamanya, dan perbuatan yang paling utama adalah membuat hati seorang Mukmin menjadi senang dengan menghilangkan rasa lapar, meringankan kesulitan, atau melunasi utangnya. Dua perkara yang tidak ada satu pun yang melebihi kejahatannya, yaitu menyekutukan Allah dan menyengsarakan kaum Muslim."

Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa orang yang dicintai Allah SWT adalah orang yang melakukan dua perkara, yakni berguna bagi sesamanya dan membuat hati seorang Mukmin merasa senang. Sementara itu, dua perkara yang paling jahat adalah menyekutukan Allah dan menyengsarakan kaum Muslim.

Kitab Nashaihul Ibad menjelaskan bahwa menyengsarakan orang Muslim dapat berupa mengancam keselamatan jiwa dan harta seorang Muslim. Semua yang diperintahkan Allah pada dasarnya mengandung dua hal, yaitu mengagungkan Allah dan berbelas kasih kepada makhluk-Nya.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |