Riwayat Bentrok Berdarah di Bekasi Motif Pembunuhan Nus Kei

2 hours ago 2

KEPOLISIAN Daerah atau Polda Maluku menduga motif pembunuhan Agrapinus Rumatora alias Nus Kei oleh Hendrikus Rahayaan (28 tahun) dan Finansius Ulukyanan (36 tahun) karena dendam. Keduanya diduga merupakan saudara dari Fenansius Wadanubun alis Dani Holat yang tewas dalam bentrokan berdarah di Bekasi pada 2019.

Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Komisaris Besar Rositah Umasugi, mengatakan kedua pelaku menaruh dendam karena menganggap Nus Kei berada di balik kematian Dani Holat. “Dendam karena Nus Kei diduga berada di balik pembunuhan saudara mereka,” kata Rositah saat dikonfirmasi, Senin, 20 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Kedua tersangka yang kini mendekam di rumah tahanan Polda Maluku menikam Nus Kei di pelataran Bandara Karel Sadsuitubun, Maluku Tenggara pada Ahad siang, 19 April 2026. Nus Kei baru saja tiba setelah penerbangan dari Jakarta. 

Meski sempat menjelaskan motifnya, Rositah kemudian menarik kembali pesannya kepada sejumlah wartawan. Dalam keterangan lanjutan, dia meminta publik menunggu hasil investigasi Polda Maluku.

Riwayat bentrok berdarah di Bekasi

Berdasarkan arsip Tempo, bentrokan berdarah terjadi di samping Apartemen Metro Galaxy Park, Bekasi pada Jumat malam, 21 Juni 2019. Satu orang tewas, dan tiga sepeda motor dibakar dalam peristiwa yang terjadi di lahan sengketa itu.

Korban tewas adalah Dani, 46 tahun dengan luka tembak di perut. Sedangkan, lima kawannya luka-luka diantaranya Daniel Yanwarin (luka tembak di paha kiri), Heri Kiswanto (luka bacok di lengan), Tito alias Titus (luka lecet di perut), Stevanus (luka robek pada tangan kanan), dan Hendrikus (luka robek di kaki dan dagu).

Salah satu korban penyerangan, Heri Amora, 32 tahun mengatakan sebelum ada penyerangan pelaku lebih dulu mematikan aliran listrik di sana. Ketika itu, Heri bersama rekan-rekannya tengah istirahat di bangunan semi permanen di lahan sengketa.

"Ada sekitar 30-50-an orang, semuanya pakai masker dan topi," kata Heri usai menjalani pemeriksaan di Polres Metro Bekasi Kota, Sabtu petang, 22 Juni 2019.

Usai lampu padam, kata dia, terdengar suara tembakan. Sekelompok orang tersebut lalu meminta orang di dalam kamar keluar. Tak ada yang boleh mendekat ke korban tewas, Dani. "Saya dilempar pakai balok sampai luka di perut," ujar korban lainnya, Tito.

Brigadir Jenderal Indarto, yang saat itu menjabat Kapolres Metro Bekasi Kota mengatakan peristiwa bermula ketika enam korban berada di dalam lahan kosong tersebut pada pukul 21.00. Tiba-tiba sekelompok orang menggunakan tiga unit mobil masuk ke lokasi. Terjadilah keributan dan penembakan. 

"Ada sekitar 20 orang datang ke sana, cekcok langsung diserang," ujar Indarto saat masih berpangkat komisaris besar, Sabtu, 22 Juni 2019.

Adi Warsono berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |