CANTIKA.COM, Jakarta - Perjalanan menuju Festival Pasar Baru beberapa waktu lalu membawa saya menyusuri Jl. Pasar Baru Selatan. Di sepanjang jalan, terlihat sejumlah toko dan tempat ibadah yang menjadi bagian dari jejak komunitas India di kawasan tersebut. Dari sana, langkah berlanjut menuju Jl. Kelinci dengan satu tujuan mencari keberadaan kuliner Bakmi Ncek yang sudah lama membuat penasaran.
Namun, yang terjadi justru lebih dari sekadar menemukan semangkuk bakmi. Di sana, saya bertemu sosok yang selama ini dicari-cari keberadaannya. Bukan Encek yang dahulu berjualan bakmi di kawasan Amigos, melainkan anak perempuannya. Pertemuan itu seolah membuka kembali kenangan lama yang tersimpan puluhan tahun.
Sebelum berjualan bakmi, sang anak pernah berjualan bersama suaminya di ujung Pasar Baru. Sekitar era 1980-an, mereka menjajakan aneka minuman segar seperti es cocktail, es sirsak, es cincau, es kelapa, hingga es cendol. Minuman tersebut disajikan dari wadah menyerupai akuarium dengan gayung plastik bertangkai panjang.
Kuliner Bakmi Ncek di Pasar Baru/Foto: Doc. Merry Srifatmadewi
Kala itu, dagangan mereka termasuk salah satu yang paling ramai dicari di Pasar Baru. Harganya terjangkau, rasanya menyegarkan, dan menjadi pelepas dahaga bagi pengunjung pasar. Sayangnya, setelah pasar tradisional tersebut dibongkar sekitar 1987, aktivitas berjualan mereka pun berhenti.
Sementara itu, Bakmi Ncek sendiri telah berjualan sejak 1985. Puluhan tahun berlalu, tetapi usaha tersebut masih bertahan hingga kini. Saya memilih mi kecil dan halus dengan tambahan pangsit. Teksturnya mengingatkan pada gaya mie Bandung. Pilihan sambalnya pun cukup lengkap, mulai dari cabai rawit hijau, saus asam, saus mangga khas kawasan Mangga Besar, hingga sambal racikan.
Buat yang lebih menyukai tekstur berbeda, tersedia pula mi lebar, kwetiau, dan pilihan lainnya. Daftar menu terpampang jelas di spanduk sehingga pengunjung tinggal memilih sesuai selera. Ada pula es teh yang bisa diambil secara cuma-cuma, dengan botol berukuran cukup besar. Pilihan minumannya pun beragam, termasuk minuman Badak yang bisa menjadi teman makan.
Menariknya, pengalaman makan di sini bukan hanya tentang rasa. Ada nostalgia yang ikut tersaji di meja. Apalagi berbagai camilan lawas seperti kacang bawang, rempeyek kacang, kue kipas atau semprong, hingga siomai turut tersedia.
Seporsi Bakmi Ncek akhirnya menjadi lebih dari sekadar sarapan. Ia seperti pintu kecil menuju masa lalu membawa kembali cerita tentang Pasar Baru, jajanan yang pernah ramai di sana, dan sebuah usaha kuliner yang mampu bertahan melewati pergantian zaman. Cocok jadi rekomendasi kuliner kamu di akhir pekan.
MERRY SRIFATMADEWI | ECKA PRAMITA
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.














































