REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Rumah Wakaf, Rumah Zakat, dan SharingHappiness.org meluncurkan Indonesia Endowment Ecosystem, sebuah ekosistem kolaboratif berbasis wakaf yang diarahkan untuk membangun sumber pendanaan sosial jangka panjang melalui pengelolaan aset produktif.
Inisiatif tersebut diharapkan mendorong perubahan paradigma filantropi dari sekadar menghimpun dan menyalurkan dana menjadi membangun aset yang mampu menghasilkan manfaat secara berkelanjutan.
Chairman Indonesia Endowment Ecosystem sekaligus CEO Rumah Wakaf, Rendi Septiyan Nugraha mengatakan, Rumah Wakaf, Rumah Zakat, dan SharingHappiness.org menghadirkan Indonesia Endowment Ecosystem, sebuah infrastruktur kolaborasi berbasis wakaf yang dirancang untuk membangun sumber pendanaan sosial jangka panjang melalui pengelolaan aset produktif. Inisiatif ini hadir di tengah tantangan keberlanjutan pendanaan berbagai program sosial.
Rendi mengatakan dalam pola penggalangan dana konvensional, keberlangsungan program kerap bergantung pada kampanye dan penggalangan dana berulang.
"Indonesia Endowment Ecosystem menawarkan pendekatan berbeda dengan mendorong kontribusi sosial berkembang menjadi aset produktif yang hasil pengelolaannya dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan," kata Rendi kepada Republika di Indonesia Endowment Ecosystem Summit 2026, di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Dia menerangkan, forum ini menjadi titik awal gerakan kolaboratif untuk membangun dampak sosial berkelanjutan pada bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan kemanusiaan.
Pengembangan ekosistem ini, kata dia, diarahkan untuk mendorong perubahan paradigma dalam filantropi, dari sekadar menghimpun dana menjadi membangun aset produktif yang dapat menopang program sosial dalam jangka panjang.
Melalui model endowment, Rendi mengungkapkan, kontribusi yang dihimpun tidak semata-mata dibelanjakan hingga habis, melainkan dikelola secara produktif. Hasil pengelolaan aset tersebut kemudian dapat digunakan untuk mendukung berbagai program sosial secara berkelanjutan.
Dia mengatakan konsep tersebut sejalan dengan prinsip wakaf yang menjadikan aset sebagai fondasi manfaat lintas generasi.
Indonesia Endowment Ecosystem menerjemahkan prinsip itu ke dalam infrastruktur kolaborasi yang menghubungkan pengelola wakaf, platform digital, organisasi sosial, institusi, komunitas, serta mitra pengelola investasi.
"Secara sederhana, model ini dibangun melalui tiga lapisan utama, yakni aset wakaf sebagai fondasi dana abadi, pengelolaan produktif untuk menghasilkan manfaat berkelanjutan, serta program sosial sebagai muara dampak bagi masyarakat," ujar Rendi.
Rendi menjelaskan bahwa Indonesia Endowment Ecosystem tidak dirancang sebagai satu program sosial atau kampanye tunggal, melainkan sebagai infrastruktur bersama yang memungkinkan berbagai pihak menjalankan perannya masing-masing.
Dalam arsitektur tersebut, SharingHappiness.org berperan sebagai digital gateway yang menghubungkan akses digital, keterlibatan donatur, dan ekosistem kampanye.
Rumah Wakaf menjadi nazhir sekaligus ecosystem backbone dalam aspek tata kelola dan pengelolaan aset wakaf.

59 minutes ago
2













































