REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Menjelang Hari Kemerdekaan 17 Agustus, EIGER Independence Sport Climbing Competition (EISCC) ke-17 resmi digelar di EIGER Adventure Flagship Store, Jl. Sumatra, Kota Bandung. Ajang bergengsi ini mempertemukan lebih dari 200 atlet panjat dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk deretan juara nasional dan dunia.
Salah satu sorotan utama adalah kehadiran Putra Tri Ramadani, atau akrab disapa Srondeng. Pada Juni 2026 lalu, Srondeng mencetak sejarah dengan meraih medali emas kategori lead di World Climbing Series di Prague.
Prestasi ini menegaskan kemampuan atlet Indonesia bersaing di nomor paling menantang, yang menuntut daya tahan, teknik, dan problem solving di jalur panjang dan rumit. Ia bahkan berhasil mengungguli atlet papan atas dunia seperti Alberto Gines Lopes (peringkat 1 dunia), Neo Suzuki (peringkat 4 dunia), dan Sorato Anraku (peringkat 5 dunia).
Kini, publik tanah air dapat menyaksikan langsung aksinya di EISCC ke-17 tahun 2026. Srondeng akan turun di kategori Lead bersama atlet internasional dan nasional lainnya, di antaranya Alma Ariella (rising star kategori lead putri), Sukma Lintang (peringkat 18 World Cup Wujiang 2025), Raji’ah Sallsabillah (peringkat 4 Olimpiade Paris 2024), Rahmad Adi (Juara IFSC World Cup Chamonix 2023), serta Raharjati Nursamsa (Juara World Cup Jakarta 2023 dan Kraków 2025).
Menurut Nara Witaraga, Ketua Pelaksana EISCC 2026, kompetisi EISCC tidak hanya menjadi panggung bagi atlet profesional. “Ada kategori Speed Rookie untuk mahasiswa pencinta alam, Spray Challenge untuk peserta non-atlet, serta Fun Boulder dengan beragam doorprize menarik bagi audiens yang hadir,” ujarnya.
Nara mengatakan, perkembangan panjat tebing Indonesia yang luar biasa menjadikan ekosistem ini benar-benar sedang menjadi tren di masyarakat.
“EISCC tahun ini, para atlet non profesional pun datang dari lokasi yang jauh. Komunitas panjat, club panjat, bahkan sekolah-sekolah panjat dari banyak daerah mendaftarkan timnya sebagai kategori non atlet. Semoga terselenggaranya EISCC tahun ini memberikan ruang yang baik dna positif bagi ekosistem panjat tebing Indonesia,” ujar Nara.
Perjalanan Panjang Panjat Tebing Indonesia
Sejarah EISCC tak bisa dilepaskan dari perjalanan panjang panjat tebing Indonesia. Mamay S Salim, salah satu pendiri Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) sekaligus EIGER Adventure Technical Advisor, mengingatkan bahwa tonggak sejarah dimulai dari Ekspedisi Gunung Eiger 1986 yang digagas Harry Suliztiarto juga salah satu pendiri FPTI. Keberhasilan mencapai puncak kala itu menjadi titik awal lahirnya panjat tebing modern di Indonesia.
Dua tahun kemudian, pada 21 April 1988, berdirilah Federasi Panjat Tebing dan Gunung Indonesia (FPTGI), yang kemudian berganti nama menjadi FPTI pada 1990. Ekspedisi tersebut juga menginspirasi Ronny Lukito untuk mendirikan EIGER Adventure pada 1989, yang sejak awal berfokus pada perlengkapan kegiatan luar ruang.
Tonggak berikutnya hadir pada 1992 dengan berdirinya toko pertama EIGER di Jalan Cihampelas, lengkap dengan papan panjat modern sebagai sarana latihan atlet. Puncaknya terjadi pada 2001, ketika EIGER membangun papan panjat modern pertama di Indonesia dengan bahan resin berstandar internasional, sekaligus melahirkan kompetisi bergengsi EISCC.
“Sejak itu, EIGER dan panjat tebing Indonesia tumbuh bersama. Dari 2001 hingga edisi ke-17 pada 2026, EISCC rutin digelar setiap 17 Agustus. Kompetisi ini telah melahirkan banyak atlet berprestasi dunia yang kini mewakili Indonesia di kancah internasional,” kata Mamay.
Benang merah itu terus berlanjut hingga hari ini. Mulai dari ekspedisi Eiger 1986, lahirnya FPTI dan EIGER Adventure, hingga generasi atlet panjat Indonesia yang mengibarkan Merah Putih di podium dunia, termasuk Veddriq Leonardo, peraih medali emas pertama untuk panjat tebing Indonesia di Olimpiade Paris 2024.
EISCC ke-17 menjadi perayaan semangat kemerdekaan, sportivitas, dan prestasi. Untuk menonton acara ini, gratis dan terbuka untuk semua, menghadirkan pengalaman memanjat bersama sekaligus menyaksikan langsung aksi para juara dunia di Bandung.

4 hours ago
4














































