PUI Sebut Ibadah Kurban Bicara Soal Keadilan Pangan

1 hour ago 3

Ilustrasi sapi kurban.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Penasehat DPP Persatuan Umat Islam (PUI) Prof Achmad Tjachja Nugraha mengungkapkan momen Idul Adha atau ibadah kurban tidak hanya memiliki dimensi spiritual. Namun, di tengah kondisi krisis global memiliki nilai sosial yang tinggi termasuk melindungi kelompok rentan serta pesan tentang keadilan pangan.

Ia mengatakan Allah SWT menegaskan dalam Alquran bahwa daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah. Akan tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan seperti tertuang dalam Alquran Surat Al Hajj.

"Artinya, esensi kurban bukan hanya pada fisiknya saja, tetapi pada ketaqwaan. Implementasi ketaqwaan dapat berupa sejauhmana kita memiliki nilai kepedulian dan mendistribusikan dengan tepat,” ucap dia melalui keterangan resmi, Senin (25/5/2026).

Ia mengatakan kurban merupakan praktik nyata distribusi kebutuhan pangan berbasis umat yang terjadi secara serentak. Serta langsung menyasar masyarakat yang membutuhkan.

“Di tengah krisis pangan global, kurban menunjukkan bahwa umat memiliki mekanisme untuk berbagi bagi kelompok yang paling rentan,” kata dia.

Ia mengatakan jutaan paket daging kurban tersebar dalam waktu singkat melalui jaringan masjid, pesantren, dan komunitas lokal. Pola ini dinilai sebagai kekuatan sosial yang tidak dimiliki oleh banyak sistem formal.

“Kita melihat bagaimana distribusi ini berjalan cepat, tanpa birokrasi panjang, dan relatif tepat sasaran. Ini adalah kekuatan sosial umat yang luar biasa,” kata dia.

Lebih jauh, ia mengatakan nilai kurban dengan prinsip keadilan sosial dalam Islam. Dalam Alquran terdapat perintah untuk berbagi kepada sesama, khususnya mereka yang membutuhkan.

Sebagai Penasihat DPP Persatuan Umat Islam, ia mengatakan Idul Adha merupakan Ishlah Tsamaniyah yang memberikan dampak baik yaitu memperbaiki ekonomi dan kehidupan sosial.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |