Indonesian Wok Culture dalam Sajian Nasi Goreng

1 hour ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA Di saat burger, ramen, dan kopi bisa berkembang menjadi cult brand modern, Jenio Sudibio dan Welly percaya satu hal sederhana: Kalau burger bisa punya cult following, nasi goreng juga seharusnya bisa!

Berangkat dari keresahan pribadi karena sulit menemukan nasi goreng dengan rasa yang konsisten dan benar-benar memorable, keduanya membangun “Ini Nasi Goreng”, sebuah brand yang ingin mengangkat nasi goreng lebih dari sekadar menu harian.

"Nasi goreng bukan cuma makanan cepat saji di food court. Nasi goreng adalah bagian dari kultur, sebuah budaya,"kata Welly lewat keterangan tertulis, Senin(25/5/2026).

Inspirasi “Ini Nasi Goreng” lahir dari street food culture Asia dan teknik wok cooking yang mengandalkan panas tinggi, permainan api flambé, serta karakter khas masakan fire-cooked yang kaya aroma dan rasa. Pengalaman tersebut kini dibawa langsung ke area food court mal, sesuatu yang masih jarang ditemukan pada konsep nasi goreng kebanyakan.

Dari balik open kitchen, suara wok yang beradu di atas api besar, semburan flambé, dan aroma masakan yang memenuhi area food court sering kali otomatis menarik perhatian pengunjung yang lewat.

Bagi Jenio dan Welly, detail kecil sangat menentukan hasil akhir sepiring nasi goreng. Mulai jenis beras, kontrol api, handling wok, hingga kualitas topping menjadi bagian penting yang tidak bisa dipisahkan.

Karena itu, mereka menghabiskan banyak waktu melakukan trial resep dan eksperimen teknik memasak demi menemukan karakter rasa yang gurih, berlapis, dan konsisten.

Hasilnya adalah konsep Indonesian Wok Culture — pengalaman menikmati nasi goreng dengan teknik wok-fired, visual flambé yang dramatis, dan rasa familiar yang tetap dekat dengan lidah masyarakat Indonesia.

Sentuhan modern

Salah satu menu yang paling menarik perhatian adalah Nasi Goreng Siram — nasi goreng hangat dengan kuah savory yang rich dan creamy, dipadukan dengan aroma khas hasil masakan berapi besar yang menjadi signature “Ini Nasi Goreng”.

Selain itu, menu seperti Nasi Goreng Steak Sapi (Saikoro) dan Nasi Goreng Steak Ayam juga menjadi favorit pelanggan karena menghadirkan perpaduan nasi goreng beraroma khas wok dengan topping steak juicy yang dimasak menggunakan teknik api besar.

Bagi pencinta rasa klasik, tersedia juga pilihan teri Medan dan telur yang tetap mempertahankan cita rasa akrab yang dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia.

Menariknya, seluruh menu tersebut dibanderol mulai dari Rp20 ribuan hingga Rp60 ribuan saja, membuat konsep premium street food ini tetap mudah dinikmati berbagai kalangan — mulai Gen Z, mahasiswa, pekerja kantoran, hingga keluarga muda.

Bagi banyak orang, nasi goreng memang selalu punya tempat spesial, makanan yang dicari saat lapar tengah malam, habis nongkrong, atau sekadar mencari rasa nyaman setelah hari yang panjang.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |