PTPN Group Bangun Ekosistem Hilirisasi Ubi Kayu Terintegrasi

4 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN mengembangkan komoditas ubi kayu di Lampung dengan target lahan mencapai 10.000 hektare. Pengembangan tersebut mencakup budidaya hingga industri pengolahan, termasuk pemanfaatan ubi kayu sebagai bahan baku bioetanol.

Direktur Utama PTPN III Denaldy Mulino Mauna mengatakan pengembangan ubi kayu secara terintegrasi dilakukan untuk menciptakan nilai tambah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi petani dan pelaku usaha lokal.

“Melalui pendekatan hilirisasi, PTPN Group mengembangkan ekosistem ubi kayu dari hulu hingga hilir untuk mendukung ketahanan pangan dan energi nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan pelaku usaha lokal,” ujar Denaldy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Denaldy menyebut pengembangan tersebut sejalan dengan agenda pemerintah untuk memperkuat swasembada pangan dan energi serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. PTPN III melalui anak usahanya, PTPN I, telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama usaha bersama 11 mitra strategis yang terdiri atas perusahaan swasta, BUMD, BUMDes, koperasi, dan yayasan.

“Penandatanganan MoU bersama 11 mitra ini merupakan tahap awal dari target pengembangan lahan ubi kayu seluas 10 ribu hektare di Provinsi Lampung,” lanjut Denaldy.

Pada tahap awal, 11 mitra tersebut telah merencanakan penanaman ubi kayu di lahan seluas 7.313 hektare. Lahan tersebut akan dikembangkan melalui program budidaya terpadu, sedangkan sisa target lahan akan direalisasikan secara bertahap seiring dengan perluasan kemitraan dan kesiapan lahan.

Denaldy mengatakan pengembangan tersebut mencakup sisi hulu dan hilir. Pada sisi on farm, PTPN fokus pada optimalisasi lahan, penerapan teknologi budidaya, serta pengembangan varietas unggul berdaya hasil tinggi.

Sementara pada sisi off farm, PTPN mengembangkan industri pengolahan, termasuk pemanfaatan ubi kayu sebagai bahan baku bioetanol. Dengan skema tersebut, ubi kayu diharapkan dapat memberikan nilai tambah untuk kebutuhan pangan sekaligus energi.

“PTPN III membangun rantai nilai yang utuh, mulai dari hulu hingga hilir,” ungkap Denaldy.

“Dengan demikian, ubi kayu memberikan kontribusi ganda, yaitu untuk ketahanan pangan dan ketahanan energi nasional, sekaligus meningkatkan pendapatan petani,” sambung Denaldy.

Menurut Denaldy, keberhasilan pengembangan ubi kayu juga bergantung pada kolaborasi dengan pemerintah daerah, BUMDes, koperasi, BUMD, dan masyarakat. Keterlibatan berbagai pihak dinilai penting untuk membangun rantai nilai yang melibatkan masyarakat di sekitar lokasi pengembangan.

“Sinergi ini langkah nyata mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Lampung, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional,” kata Denaldy.

Direktur Pemasaran dan Aset Manajemen PTPN I Arif Budiman mengatakan pihaknya akan menjalankan program secara bertahap, mulai dari penyiapan lahan, penguatan kemitraan, pengembangan budidaya, hingga integrasi dengan industri hilir.

“Kami optimistis kolaborasi yang dipimpin holding ini akan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha lokal,” kata Arif.

Arif mengatakan pengembangan tersebut juga ditujukan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat di tingkat tapak. PTPN I berkomitmen menjadikan program tersebut sebagai model agribisnis modern yang berkelanjutan.

Ke depan, pengembangan ekosistem ubi kayu di Lampung akan diperkuat melalui riset, inovasi teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta perluasan industri hilir untuk menghasilkan produk bernilai tambah.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |