Program “Mudik ke Jakarta” Ubah Narasi Lebaran, Dorong Pariwisata dan Ekonomi Ibu Kota

5 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Program “Mudik ke Jakarta” yang digagas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dinilai berhasil menggeser narasi Lebaran dari arus keluar Ibu Kota menjadi momentum penguatan pariwisata dan ekonomi. Pendekatan ini dipandang sebagai strategi komunikasi yang adaptif dalam memanfaatkan musim libur untuk menghidupkan aktivitas ekonomi di Jakarta.

Pengamat komunikasi, Wahyuningsih Subekti, menilai langkah tersebut sebagai terobosan yang cerdas dan inovatif. Selama ini, kata dia, Lebaran identik dengan pergerakan masyarakat keluar Jakarta menuju kampung halaman.

“Gubernur tidak hanya bicara soal mengurai kemacetan, tetapi juga menghidupkan ekonomi kota saat musim libur. Ini bentuk komunikasi yang berani karena menawarkan perspektif baru,” ujar Wahyuningsih.

Ia menjelaskan, strategi komunikasi yang menggabungkan promosi daring dan luring terbukti efektif dalam membangun kesadaran publik. Kanal digital mempercepat penyebaran informasi, sementara pendekatan langsung menciptakan kedekatan emosional dengan masyarakat.

Wahyuningsih juga menyoroti peran Jakarta Experience Board (JXB) yang aktif melakukan promosi lintas kota, seperti ke Surabaya dan Semarang. Pendekatan jemput bola ini dinilai mampu memperkuat citra Jakarta sebagai destinasi yang terbuka dan ramah bagi wisatawan domestik.

“Dengan hadir langsung di daerah, Jakarta menunjukkan keseriusan dalam mengundang wisatawan. Ini menciptakan rasa disambut dan meningkatkan minat berkunjung,” katanya.

Selain itu, ia menilai keberhasilan kampanye “Belanja Senang Cuan Datang” sebagai contoh kuatnya storytelling dalam komunikasi publik. Narasi tersebut dinilai mampu mengubah persepsi Jakarta dari kota kerja menjadi destinasi wisata belanja yang menarik selama libur Lebaran.

Menurut dia, pendekatan berbasis pengalaman seperti pemberian voucher, promo hotel, dan paket wisata juga memperkuat efektivitas komunikasi. Program tersebut tidak hanya menjadi insentif, tetapi juga bukti nyata komitmen pemerintah dalam menyambut wisatawan.

“Bagi masyarakat, pengalaman langsung lebih bermakna daripada sekadar pesan. Ketika mereka merasakan kemudahan dan keuntungan berlibur di Jakarta, kesan positif akan terbentuk dengan sendirinya,” ujar Wahyuningsih.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |