REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Pangan Nasional (Bapanas) memproyeksikan produksi gula nasional pada 2026 mencapai 2,72 juta ton seiring kuatnya stok awal dan kinerja produksi dalam negeri. Proyeksi ini menjadi dasar keyakinan pemerintah menjaga pasokan gula konsumsi nasional tanpa bergantung pada impor.
Bapanas mencatat carry-over stock gula konsumsi dari 2025 ke 2026 berada di angka 1,437 juta ton. Dengan level stok tersebut, ketersediaan gula nasional dinilai mampu menopang kebutuhan konsumsi hingga enam bulan pertama 2026 dengan asumsi kebutuhan bulanan 236,4 ribu ton.
“Pemerintah memutuskan tidak perlu ada impor gula konsumsi pada 2026. Stok awal dan produksi nasional dinilai telah mencukupi kebutuhan masyarakat,” kata Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa di Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Dengan tambahan produksi 2,72 juta ton sepanjang 2026, stok akhir tahun gula konsumsi diperkirakan berada di kisaran 1,32 juta ton. Posisi ini dipandang cukup aman untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengantisipasi dinamika permintaan sepanjang tahun.
Kebijakan tanpa impor gula konsumsi juga menjadi bagian dari proyeksi Neraca Pangan Nasional 2026 yang disusun Bapanas bersama kementerian dan lembaga terkait. Pemerintah menilai penguatan produksi domestik menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan strategis.
“Stok dan produksi pangan nasional secara keseluruhan sudah kuat dan mampu memenuhi konsumsi dalam negeri,” ujar Ketut.
Selain gula, Bapanas mencatat sejumlah komoditas pangan lain telah berada pada kondisi surplus. Produksi bawang merah nasional pada 2025 mencapai 1,397 juta ton, lebih tinggi dari kebutuhan konsumsi tahunan sebesar 1,239 juta ton.
Produksi cabai besar dan cabai rawit pada 2025 masing-masing tercatat 1,609 juta ton dan 1,744 juta ton. Angka tersebut melampaui kebutuhan konsumsi tahunan yang berada di bawah satu juta ton untuk masing-masing komoditas.
Kondisi serupa juga terlihat pada telur dan daging ayam ras. Produksi telur ayam ras pada 2025 mencapai 6,532 juta ton dengan konsumsi 6,487 juta ton, sedangkan produksi daging ayam ras berada di angka 4,287 juta ton dan konsumsi 4,139 juta ton.
Kepastian pasokan gula konsumsi tanpa impor tersebut mencerminkan komitmen Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman dalam memperkuat produksi domestik. Kebijakan ini diarahkan untuk menjaga kesejahteraan petani dan peternak sekaligus memastikan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi secara berkelanjutan pada 2026.

3 hours ago
2








































