Pekerja mengangkut pupuk di gudang Lini III Pupuk Indonesia, Awipari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (22/9/2025). Pupuk Indonesia memastikan stok pupuk bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan petani pada musim tanam tahun 2025 secara nasional dalam kondisi aman dengan ketersedian stok pupuk jenis Urea, NPK Form biasa, NPK Kakao, ZA, dan Organik mencapai 1.496.877 ton.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Hari pertama 2026 ditandai dengan penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani. Sejak 1 Januari 2026 pukul 00.00 waktu setempat, pada periode pukul 00.00 sampai dengan 00.30 WIB tercatat sebanyak 208 transaksi penebusan pupuk bersubsidi yang berasal dari beberapa provinsi di Indonesia.
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan, keberhasilan ini adalah wujud nyata dari komitmen Pupuk Indonesia dalam menjaga ketersediaan pupuk bagi petani.
“Pupuk Indonesia menjalankan penugasan pemerintah untuk memastikan pupuk bersubsidi tersedia dan dapat diakses petani, bahkan sejak detik pertama pergantian tahun. Upaya ini menjadi bagian dari transformasi industri pupuk untuk mendukung swasembada pangan,” ujar Rahmad lewat keterangan tertulis.
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Andi Nur Alamsyah dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (1/1/2026), mengatakan, penebusan pupuk bersubsidi tahun 2026 langsung berjalan sejak detik pertama pembukaan.
Di menyebutkan, ratusan transaksi penebusan pupuk subsidi oleh petani di berbagai daerah, terdiri dari transaksi melalui iPubers (KTP) dan menggunakan kartu tani."Fakta ini menegaskan sistem penyaluran pupuk subsidi telah siap dan berfungsi sejak awal tahun,"kata dia.
Menurut Andi, penebusan pupuk subsidi dilakukan sesuai dengan ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah, sekaligus menunjukkan kesiapan sistem distribusi di lapangan sejak awal tahun.
sumber : Antara

2 hours ago
3













































