Persaingan Gelar Manchester City dan Arsenal Masih Ketat

2 hours ago 1

MANCHESTER City berhasil merebut puncak klasemen Liga Inggris dari Arsenal. Meski begitu, kemenangan tipis justru menegaskan bahwa perburuan gelar musim ini masih jauh dari kata selesai. Dalam laga di Turf Moor, markas Burnley, tim asuhan Pep Guardiola hanya mampu menang 1-0.

Kemenangan pada Kamis dinihari, 23 April 2026, sekaligus memastikan Burnley terdegradasi. Namun, sorotan utama justru tertuju pada betapa rapuhnya keunggulan City. Mereka kini memiliki poin dan selisih gol yang sama dengan Arsenal, hanya unggul dalam produktivitas gol. Dengan lima laga tersisa, selisih sekecil ini membuat setiap pertandingan menjadi penentu.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Gol cepat Erling Haaland pada lima menit pertama sempat memberi kesan bahwa City akan meraih kemenangan besar. Umpan dari Jeremy Doku diselesaikan Haaland dengan tenang, menaklukkan Martin Dubravka. Bahkan, suporter tamu mulai melantunkan seruan, “kami di puncak klasemen.”

Namun, yang terjadi setelah itu justru sebaliknya. City membuang peluang demi peluang. Rayan Cherki sempat membentur mistar, Haaland kembali mengenai tiang, sementara peluang Savinho dan Nico O'Reilly gagal berbuah gol. Total 28 tembakan dengan expected goals (xG) mencapai 3,5 hanya menghasilkan satu gol.

Burnley yang tertekan justru menemukan keberanian di menit-menit akhir. Bahkan, kiper Dubravka maju membantu serangan pada situasi bola mati di masa injury time, menciptakan momen tegang bagi pendukung City. “Yang penting adalah menang,” ujar Guardiola seperti dikutip dari ESPN. “Kami menciptakan banyak peluang yang seharusnya bisa menjadi gol, tetapi yang terpenting adalah memenangkan setiap pertandingan.”

Pelatih asal Spanyol itu mengakui kelelahan menjadi faktor. Setelah laga emosional melawan Arsenal sebelumnya, intensitas fisik mulai memengaruhi penyelesaian akhir timnya. “Kalau kami mencetak gol kedua, permainan akan jauh lebih tenang,” katanya.

Situasi ini membuat komentar Declan Rice, yang tertangkap kamera mengatakan “ini belum selesai”, pada laga sebelumnya, terasa relevan. Arsenal memang sempat tergeser dari puncak setelah hampir 200 hari, tetapi inkonsistensi City membuka peluang bagi mereka untuk kembali merebut kendali.

Jadwal juga menjadi tantangan tersendiri. City harus menghadapi Southampton di semifinal Piala FA, sebelum kembali ke Liga Inggris menghadapi Everton. Sementara itu, Arsenal berpotensi memainkan lebih banyak pertandingan dalam periode yang sama sehingga memberi mereka peluang untuk unggul poin sementara.

Belum lagi jadwal yang belum tersusun ulang, termasuk laga melawan Crystal Palace. Jika terus melaju di kompetisi lain, City bahkan berpotensi menghadapi jadwal padat di pekan-pekan terakhir musim. Di sisi lain, Arsenal juga tak sepenuhnya diuntungkan.

Arsenal masih harus menjalani semifinal Liga Champions melawan Atletico Madrid, di tengah jadwal domestik yang tak kalah krusial. Dengan semua variabel itu, perburuan gelar Liga Inggris musim ini kemungkinan masih berlangsung hingga pekan terakhir. City memang berada di depan, tetapi keunggulan mereka atas Arsenal masih terbilang tipis.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |