Penyebab Muktamar ke-35 NU Mundur Tiga Pekan

1 week ago 19

PELAKSANAAN Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dipastikan mundur beberapa pekan. Hal ini disepakati dalam rapat gabungan antara Syuriyah dan Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pada Selasa, 7 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Rapat itu memutuskan waktu pelaksanaan Muktamar yang sebelumnya ditetapkan pada 1-5 Agustus 2026 bergeser. Agenda forum tertinggi organisasi itu kini disetujui digelar pada 27-30 Agustus mendatang.

Katib Syuriyah PBNU Ahmad Tajul Mafakhir menjelaskan, penyesuaian waktu pelaksanaan Muktamar tahun ini didasarkan pada pertimbangan teknis dan kelayakan acara. Salah satunya, kata dia, untuk memastikan optimalisasi standar akomodasi serta infrastruktur di lokasi Muktamar.

“Pemunduran ini krusial untuk memastikan standar operasional penginapan berjalan maksimal,” ucap Tajul ketika dihubungi pada Rabu, 8 Juli 2026.

Dia merinci hal yang perlu diperhatikan seperti penyediaan kelayakan fasilitas, penyiapan prosedur kebersihan, serta pemeliharaan dan kelengkapan utilitas di tiap gedung atau asrama. Dia berujar acara forum lima tahunan ini memang menuntut persiapan yang akurat.

Sebab, ucap dia, Muktamar ke-35 NU ini akan dihadiri ribuan peserta dan tamu kehormatan dari seluruh Indonesia. “Organizing committee membutuhkan durasi yang lebih luas untuk melakukan konsolidasi teknis dan sinergi dengan pengurus wilayah serta pengurus cabang, dan pesantren-pesantren penyangga di sekitar lokasi,” katanya.

Tajul menilai penyesuaian waktu pelaksanaan dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian PBNU dalam menghelat Muktamar ke-35. Tujuannya, kata dia, agar persiapan dan pelaksanaan acaranya tidak dilakukan terburu-buru.

“Keputusan ini diambil semata-mata untuk memastikan seluruh prasyarat ideal permusyawaratan terpenuhi dengan baik demi kelancaran dan kenyamanan seluruh peserta,” ujar dia.

Selain menetapkan waktu pelaksanaan, PBNU telah memutuskan Pesantren Tambakberas di Jombang, Jawa Timur sebagai tuan rumah Muktamar tahun ini. Tajul mengatakan pertimbangan historis, strategis, dan kesiapan teknis menentukan pemilihan lokasi tersebut.

“Secara historis Tambakberas merupakan salah satu titik episentrum sejarah NU,” kata dia.

Dia menjelaskan, Pesantren Tambakberas ini lekat dengan sosok Kiai Haji Abdul Wahab Chasbullah sebagai salah satu mu’assis dan penggerak utama jamiyah NU. “Pelaksanaan Muktamar di lokasi ini adalah wujud tabarrukan sekaligus napak tilas perjuangan para pendiri,” ucapnya.

Tajul mengatakan, pengalaman Pesantren Tambakberas menghelat forum tertinggi PBNU pada 2015 silam juga menjadi pertimbangan. Menurut dia, pengalaman itu cukup memberi modal manajerial dan pedoman bagi panitia lokal saat ini.

“Keberadaan beberapa pesantren penyangga di sekitar Jombang sangat mendukung kelancaran acara,” ucap Wakil Sekretaris SC Munas-Konbes dan Muktamar ini.

Tajul menilai kesiapan teknis itu bisa memudahkan panitia dalam menggelar Muktamar ke-35 NU pada Agustus mendatang. Mulai dari urusan pembagian konsentrasi massa, lokasi sidang komisi, hingga penyediaan fasilitas pendukung lainnya.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |